Membangun Ketahanan Ekonomi Masyarakat Melalui Kerjasama UNIMMA DAN UMKM

BNews–MAGLANG–Di Indonesia, mudah kita temui masyarakat yang menjadikan wirausaha sebagai mata pencaharian hidupnya. Mulai dari usaha kecil, menengah hingga besar.

Kebanyakan pengusaha level UMKM belajar dari pengalaman, minim teori dan inovasi hanya berdasarkan kebiasaan dan coba-coba (trial and error). Sementara di sisi akademis, kampus dengan jumlah mahasiswa dan akademisi cukup banyak, menguasai banyak teori namun minim pengalaman dan praktek.

Ketika UMKM dan Kampus kemudian bersinergi, maka masing-masing akan mendapatkan manfaat. UMKM akan memiliki dasar teori dan keilmuan yang bisa diterapkan untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka; kampus memiliki sarana menguji ilmu pengetahuan pada ranah praktek untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi praktisi.

Gambaran sinergitas tersebut tampak pada kegiatan PPMT (Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu) Univesitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Dimana kegiatan tersebut berlangsung selama 3 bulan dimulai pada akhir bulan Agustus 2020 kemarin.

Kali ini PPMT dilaksanakan oleh mahasiswa UNIMMA di Dusun Beran, Desa Girirejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupate Magelang. Kegiatan dengan judul “Pemberdayaan UMKM  Dalam  Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Dan Ekonomi Kreatif Berbasis Wirausaha”.

Pada kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengirimkan tim yang terdiri dari Dekky Swargana,  Sheren Amelia Susanto, Mimma Amalia Saputri; Anisa Rahmawati, Nurul Addieningtyas dan Ketua Pelaksana Kegiatan Nia Kurniati Bachtiar.

Kemudian dalam PPMT ini membangun sinergitas dengan dua penguasaha UMKM di Dusun tersebut. Yakni milik Slamet Wahyudi, pengusaha tusuk sate Cap Matahari; dan Fitriyah, pengusaha roti.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Para mahasiswa yang berasal dari jurusan manajemen dan akuntansi tersebut mengamati pola kerja dari para pengusaha di Dusun Beran tersebut. Kemudian bersama-sama merumuskan usulan perubahan sekaligus membagikan ilmunya.

“Ilmu yang diberikan terutama dalam sisi manajemen dan akuntansi sebagaimana bidang studi yang para mahsiswa pelajari,” ungkap Ketua Kelompok PPMT.

Bersama Slamet Wahyudi, kelompok PPMT berbagi ilmu akuntansi pembukuan sederhana, pemasaran online, SOP dan dasar K3. Sementara bersama Fitriyah, kelompok ini  mengarahkan untuk mengurus izin, membuat label merek; dan melakukan pembukuan sederhana.

“Masing-masing pihak merasakan manfaat kegiatan ini, para pengusaha UMKM menyatakan bahwa ilmu yang dibagikan sungguh bermanfaat. Dan para mahasiswa juga merasakan tantangan dan pengalaman dalam mempraktekkan ilmu yang didapat di kampus,” pungkasnya. (adv)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: