Misteri Batu Pengantin yang Bikin Proyek JLS Terhenti karena Tidak Bisa Dipindahkan

BNews—GUNUNGKIDUL— Sebuah batu di Desa Semugih Rongkop Kecamatan Rongkop KabupatenGunung Kidul Jogjakarta tak bisa dipindahkan atau dihancurkan. Alhasil, proyek pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) terkendala.

Oleh warga sekitar batu itu dinamai Batu Pengantin, atau Watu Temanten. Dimanai batu penganten itu bermula ketika ada dua pasangan sejoli yang sedang asyik berada di kawasan tersebut. Namun, kemudian, keduanya tertimpa longsoran batu hingga akhinya meninggal dunia.

Hingga, saat ini, batu itu kemudiand ikenal sebagai Watu Temanten. Kisah itu diambil dari cerita sepasang pengantin yang meninggal dilokasi itu.

“Menurut cerita yang ada di masyarakat, dulunya di sekitar batu tersebut digunakan untuk beristirahat sepasang kekasih yang telah menikah yang belum genap satu minggu.

Saat beristirahat tiba-tiba muncul sebuah batu yang berukuran besar menimpa kedua orang tersebut, dan hingga saat ini batu yang menimpa kedua pengantin disebut warga sekitar dengan nama Watu Temanten,” kata Kepala Desa Semugih, Sugiart

Di bagian atas batu tersebut ditumbuhi dua pohon jati yang tidak terlalu besar ukurannya. Banyak yang menyebut dua pohon itu sebagai bagian dari sepasang pengantin tadi.

Belakangan, batu itu hendak dipindah atau dihilangkan karena terdampak Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJlS).  

Sejumlah alat berat sudah dikerahkan. Mesin pemotong batu pun demikian. Tapi tetap saja tidak mampu mengatasi.

Karena kesulitan mengukur dan memindah batu, tetua adat lalu berembuk. Mereka kemudian meminta bantuan kepada keraton Jogjakarta. Hingga akhirnya, akhir pekan kemarin dilakukan proses ritual untuk meminta ijin pemindahan batu tersebut. (bn1/wan)

1 Comment
  1. Mbah Anonymous says

    Gali saja lubang dipinggir nya, ga perlu pindahinkan cuma dikubur dibawah jalan ,😁

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: