Misteri Tangis Bayi di Bekas Kuburan Puluhan Janin di Salaman

BNews—SALAMAN— Masih ingat kasus dukun aborsi asal Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang pada Juni 2018 lalu. Ada puluhan kantong janin hasil aborsi yang dikuburkan dibelakang rumah sang Dukun Bayi bernama Yamini.

Belakangan, Yamini sudah divonis bersalah oleh Majelis Hakim PN Mungkid Kabupaten Magelang. Nenek berusia 73 tahun ini harus menjalani hukuman pidana penjara selama tujuh tahun.

Borobudurnews.com mencoba kembali ke kawasan Dusun Wonokerto Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Dusun itu ada di bawah kaki Perbukitan Menoreh.

Janin janin itu sudah diambil dan di outopsi oleh Polres Magelang. Ada dua puluh janin aborsi yang dikubur di belakang rumah Yamini. Bahkan ada satu janin yang ditemukan masih dalam ember.

Janin janin tak berdosa itu dikubur berdekan. Dekat tebing kecil di belakang rumah. Dekat saluran pipa air yang masuk ke rumahnya.

Pekarangan belakang rumah Yamini memang tidak terlihat oleh tetangganya. Belakangnya sudah hamparan perkebunan.

Banyak kabar beredar jika kawasan tempat dikuburkannya bayi bayi tak berdosa itu kini berubah jadi aneh. Suasananya aneh.

Loading...

Apalagi, jika malam hari tiba. Beberapa warga sekitar mengaku kerap mendengar suara tangisan bayi. Padahal tidak ada bayi yang baru lahir.

“Pernah dengar malam malam pas pulang kerja ada bayi nangis dari sana,” kata salah satu warga yang Namanya enggan disebutkan.

“Wajar ya kalua kemudian menjadi horror karena banyak bayi tak berdosa dikubur disana,” tambah dia.

Yamini, yang sudah membuka praktek pijat sejak puluhan tahun memang memiliki banyak pelanggan. Bahkan tidak hanya warga sekitar tapi juga dari berbagai daerah seperti Purworejo, Kota Magelang dan Jogjakarta.

Kasusnya terungkap setelah salah satu pasien aborsi dirawat di RSUD Mutnilan karena pendarahan. Warga Mungkid itu kemudian ditetapkan sebagai tersangka bersama pasangannya. (wan/her)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: