Musala dan Ratusan Makam Akan Dipindah, Imbas Kena Poryek Jalan Tol Jogja

BNews–JATENG– Bangunan Musala dan ratusan makam akan terkena proyek jalan tol Solo-Jogja di wilayah Klaten. Tepatnya Musala dan makam di pemakaman Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom.

Puluhan makam di satu kompleks pemakaman yang kena terjang proyek Tol Solo-Jogja itu merupakan makam tanpa nama atau tak dikenal ahli warisnya.

Kepala Desa Brangkal, Haryanto, mengatakan jika saat ini pembayaran ganti rugi bagi Musala belum dilakukan termasuk pemindahan ratusan kuburan itu juga belum.

“Masih proses karena ini kan tanah kas desa, jadi belum dipindah. Kalau jumlah kuburannya ada sekitar 300 dan sekitar 80 di antaranya tanpa nama,” ucapnya, Minggu (18/12/2022).

Ia mengatakan, saat ini musala yang terdampak akibat pembangunan jalan tol itu masih digunakan oleh masyarakat untuk beribadah sehari-hari.

Musala yang berdiri di atas tanah kas desa itu, berada di Dukuh Brangkal RT 18 RW 09. Selain musala dan pemakaman, empat bidang tanah kas desa lainnya juga ikut kena terjang proyek jalan tol.

“Totalnya ada enam bidang tanah kas desa yang kena tol di desa ini,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Di samping itu, lanjut Haryanto, proyek jalan Tol Solo-Jogja yang melintasi desa yang ia pimpin juga ikut membuat harga tanah naik cukup signifikan.

Dulu, sebelum ada proyek jalan tol itu, harga tanah di desanya sekitar Rp500 ribu per meter namun saat ini melampaui harga tersebut.

Sebelumnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mencatat terdapat 12 kompleks tempat pemakaman umum (TPU) yang ikut kena terjang Tol Yogyakarta-Solo di daerah itu.

Belasan kompleks makam yang kena terjang jalan bebas hambatan itu tersebar di beberapa desa yang ada di Kabupaten Bersinar. Saat ini proses pembebasan makam itu masih berjalan.

“Kalau makam ada 12 bidang (kompleks) yang saat ini masih tahap verifikasi; soal banyak sedikitnya (jumlah) kuburan yang kena,” ujar Kasi Pengadaan Tanah, BPN Klaten, Sulistiyono.

Ia menjelaskan, nantinya untuk pemindahan kuburan yang ada; pada belasan kompleks makan itu akan dilakukan dengan proses keagamaan seperti tahlilan atau lainnya.

Namun untuk saat ini karena makam beberapa di antaranya berada di tanah kas desa (TKD); maka prosesnya saat ini verifikasi dan pengajuan pelepasan ke gubernur.

“Pemindahan makam ini karena sebagian ada yang masuk tanah kas desa, maka ada beberapa yang dalam tahap pengajuan pelepasan ke gubernur; sehingga untuk pencairan ganti ruginya nunggu dari gubernur,” katanya. (*/tribun)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!