Pembangunan Marka Jalan Salam Disoal Aktivis Kebencanaan
- calendar_month Sen, 25 Sep 2017

MARKA JALAN SALAM: Proyekpembangunan marka jalan yang dinilau perlu dikaji lagi karena banyak yang dirugikan (25/9)-- ( Foto- Istimewa)
BNews- SALAM— Proyek pembangunan marka di Jalan Magelang-Yogyakarta wilayah Kecamatan Salam Kabupaten Magelang beberapa pekan terkahir mendapat banyak perhatian dari masyarakat. Pembangunan marka jalan saat ini sudah mulai dilaksanakan sampai depan kantor Pos Salam berawal dari lampu merah semen (25/9).
Salah satunya dari Wakil Ketua Forum Penguranga Resiko Bencana ( FPRB Jateng ) Chabibullah mengungkapkan bahwa proyek pembangunan harus ditinjau ulang dalam pengerjaanya oleh instansi terkait. “ Hal ini harus dikaji ulang atau ditinjau kembali karena ada beberapa hal factor yang tidak atau kurang sesuai,” katanya.
Dalam tinjuanya ia menyebutkan bahwa pembangunan ini tidak mempunyai Sense of Desaster,yakni terlihat dari sisi jalur evakuasi menuju ke Tempat Evakuasi AKhir (TEA)di Desa Sucen,Kecamatan Salam. “ Ini nanti akan berpengaruh terhadap kelancaran saat proses evakusi warga Nglumut Srumbung saat keadaan gunung merapi bergejolak menuju TPS di Balai Desa Sucen ataupun transportasi sehari-hari yang haru memutar ,” imbuhnya.
Ada juga akses keluar masuk ke Pondok Pesantren al Husen juga tertutup dan harus berputar jauh, Akses masyarakat untuk menyebrang jalan dusun krakitan dan Ploberan juga tertutup, Jalur evakuasi dari desa Kradenan Srumbung dan sebagaian masyarakat desa Sucen, Randusari dan Tegalrejo juga tertutup.
“ Untuk kelanjutan proyek bila sampai Jembatan Krasak perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta maka harus memperhatikan akses ke TEA yang ada di Bendosari Gede maupun akses publik seperti ke Sekolah agar tidak tertutup,” terangnya.
“ Dengan hal ini kami mengharap kepada pelaksana proyek dan instansi terkait agar meninjau ulang dan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat , terutama BPBD Kabupaten Magelang yang selama ini menjadi pemegang pelaksana Penanganan Bencana saat gunung Merapi eruspi,” paparnya.
“Serta untuk akses public yang terganggu dengan adanya marka jalan ini mohon di tinjau kembali agar tidak menutup akses masyarakat local untuk berkegiatan sehari-hari,” pungkasnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 1



Saat ini belum ada komentar