Pemkab Sleman Tetapkan KLB, Ada 2 Kasus Keracunan Massal Dengan Korban 160 Orang
- calendar_month Sel, 11 Feb 2025

Pemkab Sleman tetapkan KLB karena kasus keracunan massal
BNews-JOGJA- Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Hal itu menyusul ditemukannya dua kasus keracunan massal yang menimbulkan jumlah korban hingga 160 orang.
Dua kasus keracunan massal itu terjadi di Dusun Krasakan, Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, dan Dusun Sanggrahan, Tlogoadi, Mlati.
Di Dusun Krasakan, ratusan warga mengalami mual, demam, nyeri otot, hingga dehidrasi setelah mengonsumsi makanan yang dihidangkan dalam sebuah acara pesta pernikahan yang dihadiri 500 tamu pada Sabtu (8/2/2025).
Di Dusun Sanggrahan, puluhan warga mengalami mual, diare, lemas, nyeri sendi, pusing kepala, muntah, kram perut, hingga sesak nafas setelah mengonsumsi makanan di sebuah acara arisan pada hari yang sama, Sabtu.
Hingga kini belum dapat dipastikan makanan atau minuman apa yang menjadi penyebab keracunan massal di dua desa di Sleman ini.
Namun, belakangan diketahui bahwa dua acara tersebut sama-sama menghidangkan siomay.
Setelah dicari tahu lebih dalam, ternyata siomay tersebut diolah di dapur produksi yang sama dan dibuat oleh Pipit Rahayu, warga Ngentak, Pondokrejo, Tempel, Sleman.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Pipit pun memberikan penjelasan tentang produksi siomay, makanan yang disajikan dalam 2 acara yang ditemukan kasus keracunan massal di Sleman tersebut.
Diceritakan bahwa selepas pukul 6 pagi pada hari Sabtu itu, Pipit sudah sibuk menyiapkan dagangan siomay berikut bahan-bahan pelengkapnya yang akan menjadi salah satu menu hidangan di pesta pernikahan warga di Dusun Krasakan.
Perempuan yang telah memproduksi Siomay sejak 2015 itu datang ke lokasi resepsi pagi buta karena tamu akan mulai mencicipi hidangan pukul 8 pagi.
Semua berjalan lancar. Sebab… KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA
About The Author
- Penulis: Joe Joe



Saat ini belum ada komentar