Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Pemkab Sleman Tetapkan KLB, Ada 2 Kasus Keracunan Massal Dengan Korban 160 Orang

Pemkab Sleman Tetapkan KLB, Ada 2 Kasus Keracunan Massal Dengan Korban 160 Orang

  • calendar_month Sel, 11 Feb 2025

Sementara itu, dalam acara pesta pernikahan, hingga saat ini belum ada kepastian penyebab makanan yang diduga membuat ratusan warga keracunan.

Pemeriksaan sejumlah sampel makanan yang hari itu dihidangkan, termasuk siomay yang diproduksi oleh Pipit, saat ini sedang dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) DIY.

Meski belum dipastikan menjadi penyebab ratusan orang keracunan, Pipit mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat.

Ia mengaku tidak mengetahui sama sekali mengapa bisa kejadian seperti ini.

“Saya benar-benar tidak tahu. Ini usaha saya, tidak mungkin saya mau mencelakai orang lain. Saya mohon maaf kepada semua yang terdampak, saya mohon maaf, tidak sengaja sama sekali. Saya mohon maaf sebesar besarnya,” ujar Pipit, sembari meneteskan air mata.

Jumlah Korban Bertambah

Jumlah korban keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam acara resepsi pernikahan di Dusun Krasakan terus bertambah.

Data terakhir, ada lebih kurang 160 warga yang bergejala mual, demam hingga nyeri otot.

Puluhan di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena gejala tak kunjung membaik setelah diberi penanganan medis di Posko.

Posko penanganan untuk mendata dan merawat korban bergejala akibat keracunan makanan ini telah dibuka sejak Minggu (9/2/2025) kemarin di Padukuhan Krasakan, Kalurahan Lumbungrejo.

Pemeriksaan sampel makanan juga sedang dilakukan untuk melihat kandungan makanan yang dikonsumsi warga.

Sampel makanan yang telah diambil antara lain bakso, sate, siomay, es krim, dan krecek yang selanjutnya akan diperiksa di laboratorium.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati, mengatakan bahwa pasien yang diobservasi di posko penanganan dan dirujuk ke rumah sakit, umumnya akibat nyeri otot yang tak kunjung sembuh.

Suhu tubuh juga tidak menurun padahal sudah diberi obat-obatan. Ditambah, munculnya gejala dehidrasi yang semula ringan menjadi dehidrasi sedang.

Pasien dengan gejala tersebut langsung dirujuk terutama lansia yang berpotensi diperburuk dengan komorbid.

“Kami observasi dan jika dari awal kemungkinan kami tidak bisa menangani, maka langsung dirujuk,” ujar Diana, Senin (10/2/2025).

Adapun para korban mayoritas warga setempat, tetapi ada juga dari luar daerah, sebagian bisa rawat jalan di rumah.

Ada juga korban yang dirawat di posko dan sebanyak 39 orang harus opname di sejumlah rumah sakit.

Pantauan dilokasi, posko yang didirikan di Klinik Islam H.M. Sosromiharjo Tempel ini terus melayani pasien.

Pasien yang datang ada yang dirawat dan diobservasi di posko, kemudian pulang dan ada juga yang dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih intensif di rumah sakit.

Data per Senin sore (10/2/2025) , ….. KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA

About The Author

  • Penulis: Joe Joe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less