Pemkot Magelang Perkuat Tes PCR, Targetkan Seribu Sampel

BNews—MAGELANG—Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menargetkan lebih banyak lagi warga untuk di tes Polymerase chain reaction (PCR). Dengan sasaran utama adalah suspek, probable, dan tenaga kesehatan (nakes).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto mengungkapkan pihaknya sudah melakukan tes PCR tehadap 342 orang. Jumlah tersebut sesuai data hingga akhir Juni 2020.

”Dari jumlah tes itu, terkonfirmasi positif sebanyak 33 kasus dan 4 orang di antaranya meninggal dunia. Serta 29 orang berhasil disembuhkan,” ungkapnya, Rabu (22/7/2020).

Majid mengakui jumlah tes tersebut belum memenuhi target pengetesan yakni sebesar 425 sampel. Sementara untuk bulan Juli ini, tes PCR baru direalisasikan terhadap 20 sampel.

 ”Kita prioritaskan kepada kontak erat bagi kasus suspek dan probable, juga tenaga kesehatan (nakes),” imbuhnya.

”Kita targetkan Kota Magelang bisa tes 1.000 orang di bulan depan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono.

Sementara itu, Walikota Magelang Sigit Widyonindito mengimbau agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan. Meski kasus Covid-19 di Kota Magelang relatif landai namun virus ini masih menjadi ancaman.

Sigit mengaku masih berhati-hati dalam melonggarkan sejumlah pembatasan sosial sejak kejadian luar biasa (KLB) ditetapkan per 26 Maret 2020 lalu. Seperti di sektor pendidikan yang hingga kini masih meniadakan pembelajaran tatap muka.

Kebijakan ini diyakini dapat mencegah penyebaran Covid-19, karena anak-anak lebih rentan tertular dibandingkan dengan orang dewasa. Kemudian di sektor wisata, Pemkot Magelang sudah membuka wisata Taman Kyai Langgeng sejak awal Juli 2020.

Meski demikian, pembukaan wisata itu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Serta membatasi jumlah pengunjung untuk tidak lebih dari 30 persen dibanding sebelum pandemic atau maksimal hanya dapat 889 orang setiap hari. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: