Pengungsi Merapi Magelang Berkurang Kembali, Warga Satu Desa Memilih Pulang

BNews–MAGELANG– Aktivitas Merapi masih terus mengalami naik turun. Statusnya masih Siaga sejak ditetapkan pada 5 Novemver 2020 kemarin.

Namun, sejumlah pengungsi di Magelang yang untuk kedua kalinya harus meninggalkan rumahnya berkurang. Hingga 15 Januari 2021, jumlah pengungsi tersisa 497 jiwa yang berada di 4 titik pengungsian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto membenarkan dengan sebagian pengungsi pulang kembali ke rumahnya. “Saat ini masih 497 jiwa yang tersebar di 4 titik pengungsian,” katanya.

Untuk rinciannya, lanjutnya pengungsi yang masih bertahan semuanya berasal dari Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.

Mulai dari Desa Krinjing yang berasal dari Dusun Trono ada 24 Jiwa dan berada di Gedung Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan. Lalu Dusun Pugeran ada 44 Jiwa berada di Gedung Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan.

Dusun Trayem 53 Jiwa di Gedung Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan. “Jumlah pengungsi dari Desa Krinjing sebanyak 121 Jiwa,” ujarnya.

Kemudian Desa Keningar ada dari Dusun Banaran& Gondangrejo 38 Jiwa berada di Rumah Bpk Kades Ngrajek. Jumlah pengungsi dari Desa Keningar sebanyak 38 Jiwa.

Dari Desa Paten ada Dusun Babadan I sejumlah 265 Jiwa berada di TEA Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan. Dan Dusun Babadan II sejumlah 73 Jiwa berada di TEA Desa Mertoyudan Kecamatan Mertoyudan.

“Untuk dari Desa ini terjadi Pengurangan Pengungsi di TEA Mertoyudan sebanyak 3 Jiwa kembali ke Dusun Babadan II. Dan Jumlah pengungsi dari Desa Paten sebanyak 338 Jiwa,” ungkapnya.

Sementara, lanjut Edy pengungsi dari Desa Ngargomulyo pulang semuanya. “Mereka warga Gemer, Ngandong, Karanganyar pulang semua ke rumahnya,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: