Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Di Tengah Polemik Tambang Sambeng, Kades Tak Kunjung Muncul Selama 5 Bulan

Di Tengah Polemik Tambang Sambeng, Kades Tak Kunjung Muncul Selama 5 Bulan

  • calendar_month Rab, 8 Apr 2026

BNews-MAGELANG– Sudah hampir lima bulan terakhir, warga Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, berjuang sendiri mempertahankan hak atas tanah yang diduga akan dijadikan lokasi pertambangan untuk kebutuhan tanah urug proyek jalan Tol Jogja-Bawen.

Di tengah penolakan yang terus disuarakan warga, sosok kepala desa yang mereka pilih justru disebut tidak lagi terlihat dalam kehidupan sehari-hari di desa. Kondisi ini membuat perjuangan warga berlangsung tanpa kehadiran pemimpin desa secara langsung.

Warga yang tinggal di lereng Perbukitan Menoreh itu pun memilih bersatu membentuk paguyuban Gema Pelita atau Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air Desa Sambeng. Paguyuban tersebut menjadi wadah perjuangan warga untuk menyuarakan hak atas tanah yang mereka miliki.

Humas Gemapelita, Khairul Hamzah, mengungkapkan bahwa Kepala Desa Sambeng, Rowiyanto, hingga kini belum juga menampakkan diri di tengah masyarakat.

Menurut Hamzah, ketidakhadiran kepala desa itu terasa semakin mencolok saat warga tengah aktif memperjuangkan penolakan terhadap dugaan tambang tanah urug di wilayah mereka.

Bahkan, ketika warga berbondong-bondong mendatangi Mapolresta Magelang untuk melaporkan dugaan; pemalsuan dokumen yang diduga digunakan dalam proses perizinan tambang tanah urug, kepala desa juga disebut tidak terlihat.

“Sudah sejak 5 Desember 2025 lalu hingga saat ini, Kepala Desa kami menghilang tidak tahu kemana, terakhir setelah pertemuan di Balai Desa pada 4 Desember malam,” jelas Hamzah.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Berdasarkan keterangan warga, Rowiyanto diketahui mulai tidak terlihat sejak Jumat (5/12/2025) sore. Pada pagi hari sebelum dinyatakan menghilang, ia masih sempat menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Sambeng.

Sementara pada malam sebelumnya, yakni Kamis (4/12/2025), ia juga diketahui mengikuti pertemuan bersama warga yang menolak rencana penambangan tanah urug di Desa Sambeng.

Sejak saat itu hingga sekarang, keberadaan Kepala Desa Sambeng disebut belum diketahui. Jika dihitung, sudah sekitar lima bulan warga menghadapi persoalan tersebut tanpa kehadiran langsung kepala desa di tengah situasi yang mereka nilai krusial.

Meski demikian, warga mengaku tetap berupaya menempuh berbagai jalur untuk memperjuangkan hak mereka atas tanah yang diduga akan terdampak proyek tambang tanah urug untuk pembangunan jalan tol.

Hamzah menegaskan, meskipun tanpa kepala desa, warga tetap optimistis dapat terus menyuarakan penolakan mereka melalui berbagai tahapan dan saluran yang tersedia.

“Kita sudah berikhtiar dengan mengadu ke Bupati, DPRD, Polresta Magelang, BPN terakhir ke Provinsi Jawa Tengah; tuntutannya sama bahwa warga tidak pernah tanda tangan dan menyetujui proyek pertambangan tanah urug jalan tol Jogja – Bawen,” imbuhnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Menurutnya, langkah warga sejauh ini dilakukan secara berjenjang dengan mendatangi berbagai lembaga dan instansi terkait. Tujuannya untuk memastikan bahwa suara penolakan warga terhadap rencana pertambangan benar-benar didengar oleh pihak yang berwenang.

Di sisi lain, meskipun kepala desa tidak berada di tempat, pelayanan administratif di Balai Desa Sambeng disebut; masih berjalan sebagaimana mestinya.

Hamzah menjelaskan, tugas pelayanan kepada masyarakat untuk sementara tetap dapat dijalankan oleh perangkat desa yang ada; sehingga aktivitas administrasi dasar tidak sepenuhnya terganggu.

“Untuk proses pelayanan di Balai Desa sementara kan dilakukan oleh bu Sekretaris Desa, Siti Zumroatul, sehingga; kami sebagai warga pun juga tidak merasa terganggu dengan hilangnya kades tersebut,” tambah Hamzah.

Namun demikian, absennya kepala desa dalam situasi yang sedang memanas ini tetap menjadi perhatian warga. Terlebih, persoalan yang mereka hadapi berkaitan langsung dengan hak atas tanah dan keberlangsungan lingkungan hidup di kawasan tempat tinggal mereka.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut soal keberadaan Rowiyanto, Hamzah mengaku pihaknya tidak mengetahui sama sekali; dimana posisi kepala desa tersebut saat ini.

Warga, kata dia, juga telah berupaya menghubungi yang bersangkutan. Namun hingga kini, belum ada tanggapan ataupun penjelasan yang diterima.

Kondisi ini membuat warga Desa Sambeng terus melanjutkan perjuangan mereka secara mandiri melalui paguyuban dan; jalur pengaduan yang telah ditempuh, sambil menanti kejelasan atas polemik dugaan tambang tanah urug di wilayah mereka. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less