Produksi Dan Edarkan Uang Palsu, 3 Warga Grabag Diamankan Polres Temanggung

BNews—TEMANGGUNG— Tiga warga Grabag Kabupaten Magelang berinisial RA, 35; SR, 33; dan FA, 33; diamankan Polres Temanggung. Mereka ditangkap karena membuat dan mengedarkan uang palsu.

Kepala Kepolisian Resor Temanggung AKBP Muhamad Ali menjelaskan, kasus tersebut terungkap usai mendapat laporan dari korban berinisal RS. Korban merasa ditipu oleh para pelaku karena membeli telepon selular menggunakan uang palsu.

”Pelaku membuat uang rupiah palsu pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu untuk diedarkan,” jelas Ali, Senin (30/3).

Ali menjelaskan, kronologi bermula ketika di rumah tersangka FA, para pelaku membuat uang rupiah palsu, awal Maret 2020. Terdiri dari pecahan Rp 50 ribu dan Rp100 ribu dengan total Rp1,25 juta.

”Tersanga RA dan SR mengedarkan uang dengan membeli telepon ke korban RC dengan cara COD (Cash on Delivery) dengan harga Rp1,3 juta,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik disini)

Karena kurang, pelaku menggenapi kekurangan Rp50 dengan uang asli. Usai melakukan COD di Desa Sanggrahan, Kecamatan Kranggan, Temanggung, Kamis (5/3) pukul 20.00 WIB, pelaku kembali COD dengan orang lain.

Loading...

”Telepon seluler yang dibeli dengan uang palsu tadi dijual kembali oleh SR kepada orang yang tidak dikenal dengan harga Rp900 ribu. Hasilnya dibagi dengan tersangka lain,” terangnya.

Sukses mengedarkan uang palsu, FA dan SR kembali membuat uang palsu di rumah FA, Kamis (12/3). Jumlahnya cukup besar yakni berjumlah Rp23.550.000,- yang disimpan di rumah SR.

”Setelah menerima laporan korban, petugas langsung melakukan olah TKP. Berdasarkan keterangan saksi dan korban, petugas melakukan penyelidikan dan mengarah ke salah satu tersangka berinisial RA,” ungkapnya

Terang Ali, petugas kemudian mengamankan SR dengan uang palsu puluhan juta yang belum diedarkan. Berlanjut menangkap FA berikut barang bukti berupa mesin printer berikut bahan kertas untuk membuat uang palsu.

Dalam kasus tersebut, polisi barang bukti uang palsu sebanyak Rp24,8 juta terdiri atas pecahan Rp100 ribu sebanyak 174 lembar dan pecahan Rp50 ribu sebanyak 148 lembar. Kemudian cutter, penggaris, sepeda motor AA 4992 B, tas pinggang, kertas merah muda jenis linen dan mesin printer.

”Atas tindak pidana membuat, menyimpan, dan mengedarkan uang palsu tersebut, para tersangka dijerat Pasal 36 ayat 1, 2, dan 3 juncto Pasal 26 ayat 1, 2 dan 3 UU RI Nomor 7 tahun 2011 dengan ancaman hukuman selama-lamanya 15 tahun penjara,” tegasnya. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: