Proyek KSPN Borobudur Proses Pengadaan Lahan, Pemkab Magelang Dukung Sepenuhnya

BNews–BOROBUDUR– Program pengembangan Kawasan Startegi Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur terus berlanjut. Pemkab Magelang dalam hal tersebut akan terus mendukung sepenuhnya (21/7/2020).

Melalui Bupati Magelang Zaenal Arifin, Pemerintah Daerah akan mendukung selama dalam proses pelaksanaanya tidak menabrak atau melanggar peraturan yang berlaku.

Menurutnya, ditetapkannya Borobudur menjadi salah satu kawasan super prioritas pembangunan pariwisata di Indonesia oleh pemerintah pusat telah melalui pertimbangan. Tentunya juga melalui proses yang sangat panjang.

“Beberapa kali saya menghadiri rapat terbatas dengan Bapak Presiden berkaitan dengan pengembangan ini. Pada intinya saya akan memberikan dukungan sekuat tenaga dari sejak awal,” ungkap Zaenal Arifin.

Oleh sebab itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin melakukan audiensi penataan KSPN Borobudur di Rumah Dinas Bupati Magelang kemarin(21/7/2020).

Diungkapkannya, bahwa tahun 2014 lalu telah terbit Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 58 yang mengatur tentang tata ruang kawasan Borobudur dan sekitarnya. Serta Perpres Nomor 70 yang mengatur tentang kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

“Karena Perpres itu ketika kami mau membangun permasalahannya adalah di titik itu, baik di kawasan Borobudur dan di kawasan lereng Merapi. Contohnya seperti pembangunan gapura atau Gerbang yang akan dilaksanakan di Kembanglimus Borobudur. Lah Perpres 58 nya seperti apa, kalau bisa ya saya ikut saja. Yang penting jangan sampai menabrak peraturan yang berlaku,” jelas Zaenal.

PROSES KSNP

Sementara Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah 1 Jawa Tengah, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Dwiatma Singgih Raharja mengatakan, dari 10 KSPN pariwisata, telah ditetapkan 5 KSPN super prioritas oleh Presiden. Hal ini agar kawasan tersebut bisa mengakselerasi pertumbuhan wisata pada lokasi tersebut.

“Itulah kata kuncinya mengapa kawasan ini menjadi super prioritas,” ujar, Singgih.

Dia juga mengungkapkan bahwa, pihaknya bersama tim satuan kerja yang lainnya akan berkomitmen membangun kawasan Borobudur menjadi tempat pariwisata berkelas dunia.

“Pada awalnya, misi besar pembangunan tersebut adalah bisa mendatangkan 2 juta pengunjung mancanegara. Namun demikian, PR besarnya Borobudur dengan nama besar yang telah ditetapkan oleh World Heritage, diharapkan tidak hanya mampu mendatangkan pengunjung di Borobudur. Namun juga di kawasan sekitarnya. Sehingga perlu adanya sarana-sarana pendukung dan atraksi-atraksi yang mengangkat budaya lokal,” paparnya.

“Sebagai Grand Design, langkah pertama dari Kementerian PUPR kita akan membangun Gerbang di 4 titik sebagai penanda memasuki kawasan Borobudur, yakni di Blondo, Kembanglimus, Palbapang, dan Klangon. Sementara rekan-rekan dari perumahan akan mengisi dengan hunian pariwisata sebanyak 87 dan nanti akan ditambah 339 lagi,” terangnya.

Diketahui, saat ini proses pembangunan kawasan pariwisata Borobudur sendiri telah sampai dengan proses pengadaan lahan. Sementara untuk pembangunan secara fisik ditargetkan akan dilaksanakan mulai bulan Oktober awal 2020.

“Untuk pembangunan fisik gerbang-gerbang ini tadi kami bungkus dalam satu paket kontrak di Cipta Karya, saat ini memasuki proses lelang. Dijadwalkan akhir September akan bisa diselesaikan, sehingga targetnya Oktober awal mudah-mudahan sudah mulai proses fisik dilapangan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: