Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » PW Fatayat NU Jateng Perkuat Program Pengentasan Stunting di Kabupaten Magelang

PW Fatayat NU Jateng Perkuat Program Pengentasan Stunting di Kabupaten Magelang

  • calendar_month Sel, 1 Agu 2023

BNews-MAGELANG- Di Kabupaten Magelang angka stunting masih masuk 10 besar di Jawa Tengah. Sehingga upaya untuk pengentasan stunting disengkuyung bareng, termasuk oleh Fatayat NU Kabupaten Magelang.

Untuk memperkuat Pimbinan Cabang (PC) Fatayat Kabupaten Magelang dalam hal tersebut, Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jateng turun. Mereka bekerjasama dengan UNICEF datang ke Kabupaten Magelang menggelar sebuah acara.

Acara yang digelar di Gedung PCNU Kabupaten Magelang, kemari (31/7/2023) yakni “Peningkatan kapasitas kader melalui Orientasi Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) untuk kader PAC Fatayat NU Se-Kabupaten Magelang.

Kegiatan tersebut mengsung tema “Optimalisasi Peran Kader PMBA Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Magelang“. Dengan membekali pengurus Bidang Kesehatan di 21 PAC Fatayat NU Kabupaten Magelang. Yakni mendukung pemenuhan gizi pada seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) sebagai upaya pencegahan stunting.

Manager Program PW NU Jawa Tengah Umi Hani, yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, PW Fatayat NU Jawa Tengah; pada tahun 2023 – 2024 memiliki dua program unggulan yakni isu kekerasan perempuan dan anak, dan stuntang.

“Stunting ini kami mempunyai program sambung simbok sambang bocah. Jadi kader Fatayat itu sampai tingkat ranting di Jawa Tengah ikut memonitoring ibu hamil, dan balita. Kalau sambaing bocah itu kaitanya dengan ASI Ekslusif, serta PMBA. Sehingga diharapkan anak-anak di Jawa Tengah ini PMBA-nya, betul-betul optimal,” katanya kepada Borobudurnews.com disela-sela acara.

Dia menegaskan bahwa di Kabupaten Magelang telah menjadi salah satu lokus kerjasama antara Fatayat dan UNICEF; serta Tanoto Fuondation, dalam hal pencegahan stunting di Jawa Tengah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Jadi paket itu ada kerjasama Namanya komunikasi perubahan periklaku dan sosial untuk pencehagan stunting di Jawa Tengah,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya di Kabupaten Magelang juga dinilai Fatayat dan para kader memiliki solidaritas yang tinggi. Dengan adanya program unggulannya yakni “Tilik Simbok”. Hal ini dapat menguatkan program-program kerja untuk mecegah stunting di Kabupaten Magelang.

“Apalagi di Kabupaten Magelang ini masuk dalam 10 besar daerah yang stuntingnya tinggi. Jadi harapan besarnya kalau Jawa Tengah prevalemsi 2024 turun 14 persen; maka di Kabupaten Magelang harus lebih unggul dari Jawa Tengah. Karena telah memiliki program tilik simbok, sehingga tahun 2024 nanti angka stunting harus turun dratis hingga nol persen,” ujarnya.

Ketua PAC Fatayat NU Kabupaten Magelang Evi Hikmah Nurchayati, menyampaikan apresiasi dan menilai positif terhadap kegiatan ini; dan sangat luar biasa program dari PW Fatayat NU Jawa Tengah yang kaitanya dengan stunting dan program bersama.

“Kalau di Kabupaten Magelang ini ada program tilik simbok, dan 1000 HPK, serta pencegahan stunting dan akan ngelink berkolaborasi; serta sinergi dengan sambung simbok sambang bocah miliknya PW Fatayat NU Jawa Tengah,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini di harpakan kader-kader PAC Fatayat NU Kabupaten Magelang ada penguatan dan menambah mereka; untuk semangat mendampingi para ibu hamil, sehingga benar-benar akan menurunkan angka stunting di Kabupaten Magelang.

“Di Kabupaten Magelang ini ada 21 Kecamatan dan masih ada 101 ibu hamil yang kami damping, dan ini sudah tahun ke dua. Isnya Allah nanti selesai sesuai target,” pungkas Evi.

Diketahui Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan, angka prevalensi stunting mengalami penurunan dari 24,4 persen menjadi 21,6 persen.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Di Jawa Tengah, angka prevalemsi stunting tidak mengalami penurunan bermakna di angka 20.8%. Angka tersebut masih cukup tinggi dan belum sesuai dengan target penuruan yang diharapkan.

Terdapat beberapa wilayah yang masih tinggi prevalensi stuntingnya. Diantaranya; Tertinggi Brebes 29,1%.

10 kota/kabupaten berikutnya juga mengalami kenaikan angka stunting. Mulai dari Temanggung 28,9 %, Magelang 28,2 %, Purbalingga 26,8 %.

Lalu Blora 25,8 %, Sragen 24,3 %, Rembang 24,3 %, Pekalongan 23,5 %, Batang 23,5 %, Kota Pekalongan 23,1 %, dan Pati 23 %. Kejadian stunting di Jawa Tengah juga didukung dengan data cakupan ASI Eksklusif yang mengalami penurunan dari 68,2% pada tahun 2019 menjadi 61% pada tahun 2020.

Masalah gizi tersebut diperparah dengan belum optimalnya praktik konsumsi TTD, pemberian makan untuk ibu hamil dan ibu menyusui; Inisiasi Menyusu Dini, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan ASI minimal sampai anak usia 2 tahun. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less