Ribuan Alat PCR Swab Covid Diberikan BNPB Kepada Pemkab Magelang

BNews–MERTOYUDAN– Ribuan alat Rapit Tes Swab Antigen diberikan BNPB kepada pengungsi merapi melalui Pemkab Magelang. Sebanyak 2500 alat tersebut diberikan untuk melakukan screening kepada kelompok-kelompok masyarakat yang ingin memberikan bantuan kepada para pengungsi Merapi.

“Kami menyerahkan bantuan selain dana adalah handsanitizer, masker, dan juga Rapid Tes Swab Antigen yang jumlahnya sekitar 2.500 unit. Dan ini bisa digunakan untuk melakukan screening terhadap kelompok-kelompok yang ingin memberikan bantuan kepada pengungsi Merapi,” ujar, Letjen TNI Doni Monardo, selaku Kepala BNPB.

Terkait bantuan Rapid Tes Swab Antigen tersebut, Doni mengatakan akan diberikan kepada seluruh wilayah Jawa tengah dan DIY. Yakni antara lain wilayah Kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten, dan DIY yang terancam oleh erupsi Gunung Merapi.

“Kita berikan semua, yang pertama kita berikan 2.500 unit (rapid tes Swab Antigen) per Kabupaten. Seandainya nanti memang diperlukan tambahan kami akan berikan kembali,” katanya.

Letjen Doni berharap, di lokasi pengungsian sebisa mungkin jangan terlalu banyak dikunjungi oleh mereka yang secara fisik memiliki resiko tinggi menulari Covid-19.

“Karena kita harus melindungi bukan hanya dari aspek kebencanaan tetapi juga dari aspek kesehatan. Kemudian kami dari pemerintah pusat akan menempatkan satu unit helikopter di Lanut Adi Sucipto yang bisa digunakan oleh pemerintah provinsi DIY dan Jawa Tengah yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk melakukan peninjauan atau yang lain, yang berhubungan dengan kebencanaan gunung Merapi,” paparnya.

Untuk diketahui, selain memberikan bantuan handsanitizer, masker, dan juga Rapid Tes Swab Antigen yang jumlahnya sekitar 2.500 unit. BNPB juga menyerahkan bantuan berupa dana sebesar Rp 1 Miliar kepada setiap Kabupaten yang memiliki resiko terdampak erupsi Merapi. (bsn)

Loading...
Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: