Serapan Anggaran Untuk Pengobatan Masyarakat Miskin Rendah

0
103

BNews–MUNGKID– Prosedur pelayanan jamkesda (jaminan kesehatan daerah) di Kabupaten Magelang dinilai terlalu berbelit-belit sehingga masyarakat enggan menggunakannya. Kondisi ini membuat serapan anggaran Jamkesda tahun 2016 sangat rendah.
Hibatun Wafiroh, anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Magelang, menyebut indikasi atas penilaian tersebut. Yakni, rendahnya serapan anggaran pelayanan jamkesda 2016 yang hanya tereralisasi 69,11 persen.
“Padahal, sebenarnya masih banyak masyarakat miskin yang membutuhkan pelayanan kesehatan gratis,” katanya, kemarin, menyampaikan catatan strategis terhadap LKPj Bupati Akhir TA 2016, dalam rapat paripurna DPRD.
Penanganan kasus kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi, kata Wafiroh, perlu dievaluasi. Karena hasil kinerja Dinas Kesehatan dalam program ini sepanjang 2016, masih belum dapat memenuhi harapan.
“Dengan pengembangan sumber daya kesehatan yang ada melalui peningkatan SDM di bidang kesehatan diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut,” katanya, pada rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Soeharno.
Komitmen RSUD Muntilan dalam meningkatkan mutu pelayanan harus segera diwujudkan setelah meraih penghargaan bintang lima. Untuk mengukur mutu pelayanan di RSU, di antaranya menggunakan survei Indeks Kepuasan Pelayanan masyarakat yang melibatkan lembaga survei independen.
Terkait program Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD yang diplot untuk pengadaan alat kesehatan (alkes), pengadaan tanah serta gedung selalu gagal terealisasi. Karena alokasi anggaran masuk dalam APBD perubahan, sehingga pelaksanaannya tidak cukup waktu. “Hal itu perlu dievaluasi,” sarannya. (bn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here