Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Serukan Pilkada Santun, Warga Jagoan Kota Magelang Naikkan Spanduk sebagai Kritik Sosial

Serukan Pilkada Santun, Warga Jagoan Kota Magelang Naikkan Spanduk sebagai Kritik Sosial

  • calendar_month Sab, 12 Okt 2024

BNews-MAGELANG- Pilkada Kota Magelang semakin memanas. Kamis, 10 Oktober 2024. Dimana Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang, melakukan penyelesaian sengketa pemilu antara Paslon Aman dan Damai.

Perselisihan antar paslon ini ditengarai adanya spanduk yang muncul di Kampung Jagoan, Jurangombo Utara, yang dinilai provokatif oleh kubu Paslon Aman dalam beberapa waktu terakhir.

Hadir dalam penyelesaian sengketa Muhammad Hisyam selaku liaison officer (LO) Paslon Aman dan Annisa Megaputri selaku liaison officer Paslon Damai.

Kubu Paslon Aman mengeluhkan munculnya spanduk yang dianggap provokatif dan meresahkan di wilayah Jagoan. Spanduk-spanduk tersebut dianggap memprovokasi dan mengarah pada ujaran kebencian.

“Kami menghadiri pertemuan di Bawaslu hari ini berkaitan dengan permohonan sengketa Pilkada Kota Magelang. Yang menjadi persoalan adalah adanya spanduk yang dianggap dimotori oleh Paslon kami dan membawa pada provokasi dan kebencian”, ujar Annisa Megaputri selaku LO Paslon DAMAI.

Perempupan yang kerap disapa Mega tersebut menambahkan bahwa proses gugat menggugat dalam pemilukada bukanlah hal yang asing.

“Kami datang hari ini untuk berkoordinasi agar pilkada kali ini dapat berjalan dengan baik. Saling gugat bukan hal yang baru dalam event pilkada. Komunikasi dan koordinasi seperti ini perlu dilakukan agar situasi kondusif dan berjalan dengan baik; sehingga masyarakat dapat benar-benar memilih dengan bijak, bukan karena sekedar isu yang dihembuskan dan black campaign,” katanya pada rils yang diterima Borobudurnews.com (11/10/2024).

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

“Sebenarnya kami tidak ingin melakukan provokasi. Spanduk ini murni kepedulian kami sebagai warga Jagoan; karena ada tetangga kami yang maju dalam kontestasi Pilkada kali ini, yakni dr. Sri Harso.”, Tambah Dennis Aditya, warga Jagoan yang juga hadir memenuhi panggilan berkaitan sengketa tersebut.

“Kami prihatin karena pilkada ini berjalan tidak dengan santun. Alat peraga kampanye (APK) dari pasangan Damai di kampung-kampung sebelah; seperti Gebalan, Karet, dan sekitarnya banyak mengalami perusakan. Kami tidak mau merusak spanduk paslon sebelah, tetapi kami ingin bahwa pilkada ini berjalan dengan damai dan santun. Masuk kampung, pasang APK, dan tindakan-tindakan lain di kampung kami ada baiknya dengan uluk salam; kula nuwun terlebih dahulu. Perusakan APK juga sebaiknya tidak dilakukan karena itu jauh dari nilai-nilai solidaritas, penghargaan, dan kedamaian,” lanjut Dennis sembari menunjukkan foto-foto perusakan APK yang terjadi

Yuli Saputra selaku perwakilan dari tim kampanye DAMAI menyatakan bahwa pihak Paslon tidak meminta untuk banner atau spanduk tersebut dipasang; melainkan spontanitas dari warga.

“Ini spontanitas warga dalam mendukung kami. Kami mencoba mengerti dan memahami masalah mengapa warga memasang ini. Dari pihak tim kampanye Paslon DAMAI tidak mengarahkan adanya pemasangan tersebut. Pun saat kami melakukan kegiatan di Jagoan, kami belum melihat spanduk ini dipasang. Kami tetap pada semangat kami untuk fairplay dan berkampanye secara damai.”, ujarnya.

“Sekalipun begitu kami juga akan tetap bertanggung jawab dan menghormati putusan Bawaslu, untuk dapat menurunkan banner tersebut jika pelaku perusakan APK kami di wilayah Jurangombo Utara dan sekitarnya telah ditemukan dan diproses sesuai aturan yang berlaku.”, lanjut Yuli.

“Kami berharap pilkada ini dapat berjalan dengan menjunjung tinggi rasa kekeluargaan sesama warga Kota Magelang, dengan melakukan kampanye dan cara-cara yang santun dan menjunjung tinggi rasa kekeluargaan. Kita hari ini berlomba menciptakan Magelang yang lebih harmonis, humanis, dan berkelanjutan” pungkas pria berkumis tebal tersebut. (*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less