Setelah Samudraraksa, Ini 3 Gerbang Fenomenal Lainnya di Magelang

BNews—JOGJAKARTA— Gerbang Samudraraksa proyek pembangunannya sudah selesai. Namun gerbang yang berada di perbatasan Kulon Progo, Jogjakarta-Magelang, Jawa Tengah belum tahu kapan akan difungsikan.

Gerbang yang masuk dalam wilayah Kelurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo ini menghabiskan anggaran Rp23 miliar. Dimana proyek tersebut merupakan program Kawasan Strategis Wisata Nasional (KSPN) Borobudur.

Selain Gerbang Samudraraksa, masih akan ada tiga lagi akan dibangun di pintu masuk kawasan wisata Borobudur. Gerbang tersebut yakni Gerbang Singa, Gerbang Kalpataru dan Gerbang Gajah.

Untuk lokasinya berbeda-beda, namun berada di wilayah Kabupaten Magelang semua. Seperti Gerbang Singa akan dibangun di Palbapang Mungkid, Gerbang Kalpataru di Blondo Mungkid; dan Gerbang Gajah di Kembanglimus Borobudur.

Ikon-ikon itu menjadi salah satu identitas dari Candi Borobudur dan seperti yang tergambar pada relief candi.

Pintu masuk ke KSPN Borobudur itu juga akan dilengkapi dengan fasilitas dan sarana pendukung yang lengkap untuk para pengunjung yang datang.

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Balai PPW DI Jogjakarta, Arif Wahyu mengatakan secara umum konstruksi fisik gerbang Samudraraksa atau juga biasa disebut Gerbang Klangon sudah selesai.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

”Sudah selesai seratus persen, setelah proses pengerjaannya selama 270 hari atau sekitar sembilan bulan terhitung sejak awal 2020,” katanya.

Namun, lanjutnya pihaknya belum bisa memastikan kapan bangunan tersebut akan difungsikan. Ia mengaku masih terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait jadwal peresmian.

”Hal ini sekaligus siapa nanti yang akan mengelola lokasi yang digadang-gadang bakal menjadi ikon baru pariwisata DI Jogjakarta itu. Karena kami sendiri hanya bertugas sebagai pelaksana pembangunan bukan pengelola,” ujarnya.

Arif menyebutkan karena lokasinya masuk wilayah Kulon Progo, ada kemungkinan akan dikelola pemerintah sini. ”Ya, bisa saja masuk pengelolaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo,” tegasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia mengungkapkan jika proses itu sudah rampung dan telah ditetapkan siapa yang mengelola Gerbang Samudraraksa, selanjutnya akan dilakukan serah terima kepada pihak pengelola tersebut.

Bila nanti yang ditunjuk adalah pemkab Kulon Progo, maka mereka memiliki kewenangan untuk mengatur penggunaan fasilitas tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Pemkab juga dapat menentukan UMKM apa saja yang bisa beroperasi di sana.

”Karena di sana, kan ada los kuliner dan UMKM. Nah, nanti yang menentukan itu kalau ini jadi dikelola pemkab setempat maka kewenangan di mereka. Secara prinsip sekarang kita hanya tinggal tunggu waktu aja,” jelasnya.

Sementara Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan, telah bertemu dengan pihak pelaksana pembangunan Gerbang Samudraraksa, termasuk BPPW DI Jogjakarta. Dalam pertemuan itu, ada sejumlah poin yang disampaikan; yakni tentang telah selesainya proyek tersebut, proses selanjutnya yang akan ditempuh serta perihal pengelolaan tempat.

Dia menjelaskan, Pemkab Kulon Progo kemungkinan akan ditunjuk sebagai pengelola Gerbang Samuderaraksa lantaran lokasi bangunan itu berada di wilayah kabupaten ini.

Di satu sisi, hal itu menjadi peluang bagus bagi masyarakat Kulon Progo karena dengan begitu UMKM asli Bumi Menoreh bisa masuk di sana.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun di sisi lain lanjut Sutedjo, pengelolaan yang dilimpahkan ke pemkab ini bisa menjadi persoalan, karena pemkab dituntut untuk bisa menyediakan dana operasional. Sementara itu di APBD Kulon Progo 2021 hal itu belum dimasukkan.

”Pemda harus membiayai operasional, seperti biaya perawatan, penyediaan air bersih, dan sebagainya. Nah, sementara di (APBD) 2021 belum dianggarkan,”ucapnya.

Oleh karena itu, pemkab tidak mau berspekulasi dan memilih untuk menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat. ”Nanti ada pembahasan lebih lanjut, kami menunggu saja,” ujar Sutedjo.

Untuk diketahui pembangunan Gerbang Samudraraksa merupakan salah satu program Pemerintah Pusat untuk pengembangan infrastruktur KSPN Candi Borobudur.

Tempat ini akan difungsikan sebagai rest area bagi wisatawan ataupun masyarakat umum baik dari dan ke Yogyakarta International Airport (YIA) Kapanewon Temon, menuju Candi Borobudur.

Tempat ini akan dilengkapi dengan relief dari batu berbentuk Gerbang Klangon dengan tema Samudraraksa. Yang merupakan salah satu kapal kayu bercadik khas Nusantara dengan mempresentasikan kebudayaan bahari purbakala. Di tempat ini juga akan dibangun areal pedestrian, drainase, pusat kuliner, kios oleh-oleh dan fasilitas penunjang wisata lainnya.  (*/lub/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: