Status Waspada, Ini Alasan Warga Desa Di Lereng Merapi Belum Gelar Simulasi Evakuasi

BNews—BOYOLALI—Pemerintah desa di Lereng Merapi belum melakukan simulasi evakuasi untuk mengantisipasi jika terjadi erupsi Gunung Merapi berskala besar. Padahal Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, telah meminta agar ada latihan.

Seperti salah satu desa di lereng Merapi yakni Desa Tlogolele, kegiatan simulasi belum dilaksanakan. Sekretaris Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Neigen Achtah Nur Edy Saputra mengatakan pemerintah desa sebenarnya sudah mempersiapkan anggaran khusus untuk kegiatan tim siaga desa.

Termasuk untuk kegiatan pelatihan dan simulasi evakuasi bencana erupsi Merapi. “Setiap tahunnya, kami sudah mengganggarkan Rp 20 juta untuk kegiatan tim siaga desa,” kata dia, kemarin (10/7/2020)

Namun pada tahun ini, lanjut Neigen, kegiatan simulasi belum dapat digelar karena bersamaan dengan masa pandemi Covid-19.  Ia mengaku dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan tim siaga desa guna menjadwalkan kegiatan tersebut.

”Ketika Merapi status siaga, maka warga akan dievakuasi di TPPS Desa Tlogolele. Kecuali ketika BPTKG menaikkan status atau menambah radius (terlarang) dari puncak, dan lokasi TPPS termasuk zona rawan maka warga akan langsung diarahkan ke desa keluarga,” jelasnya.

Diketahui saat ini Desa Tlogolele sudah memiliki desa keluarga yakni di Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali berencana menggelar simulasi evakuasi warga setelah pembahasan perubahan APBD 2020.

”Sebenarnya tahun ini sudah dianggarkan, namun ada refocusing berkenaan dengan pandemi Covid 19. Nanti kami upayakan lagi melalui anggaran perubahan. Untuk jumlah saya tidak hafal,” imbuhnya.

Diberitakan bahwa status Gunung Merapi saat ini adalah waspada. Sementara menurut informasi dari BPPTKG, terjadi penggembungan gunung setelah erupsi 21 Juni lalu sekitar 0,5 sentimeter per hari. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: