Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sumbangan Rp2 Triliun Tak Jelas, Anak Akidi Tio Jadi Tersangka Bantuan Bohong

Sumbangan Rp2 Triliun Tak Jelas, Anak Akidi Tio Jadi Tersangka Bantuan Bohong

  • calendar_month Sel, 3 Agu 2021

BNews—NASIONAL— Gara-gara bilyet giro tidak cair, anak bungsu pengusaha Akidi Tio, Heriyanti, dipanggil  ke Polda Sumsel. Ia diminta memberikan klarifikasi tentang keberadaan uang Rp2 triliun seperti yang di janjikan.

Heriyanti akhirnya dijemput langsung oleh Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro untuk dibawa ke Mapolda Sumsel, Senin (2/8), sekira pukul 13.00WIB. Kasus ini bisa masuk ke ranah pidana jika memang uang yang dijanjikan tersebut tidak ada.

Heriyanti yang tiba di Mapolda menggunakan mobil Hyundai Tacson Hitam dengan Nopol BG 23 PP. Begitu turun dari mobil langsung menuju ruangan Dirreskrimum, Kombes Pol Hisar Siallagan di lantai 2 Gedung Widodo Budidarmo.

Sebelum tiba di Mapolda Sumsel, Heriyanti diajak Ke Bank Mandiri, Jalan Kapten A Rivai, Palembang. Diduga, di rekening tidak ada uang bantuan Rp2 triliun yang seperti telah diberikan secara simbolis kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri pada Senin 26 Juli 2021. Sehingga Heryanti diamankan ke Mapolda Sumsel.

Sedang Heriyanti yang mengenakan baju batik berwarna biru dan celana panjang hitam berjalan dengan menghiraukan awak media sembari menutup wajahnya. Hingga kini Heriyanti masih menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel terkait statusnya setelah memberikan bantuan secara simbolis sebesar Rp2 triliun.

Tidak hanya Heriyanti, Polda Sumsel juga memanggil Hardi Darmawan, dokter keluarga, untuk dimintai keterangan. Kehadiran Hardi penting karena selain hadir dalam acara penyerahan dana secara simbolis, dia juga merupakan penghubung antara Heriyanti dan Kapolda Sumsel.

Untuk diketahui, lanjut Supriadi, sejak awal Kapolda Sumsel tidak mengenal Heriyanti. Ia hanya kenal dengan Akidi dan Ahong, anak sulung Akidi. Pemberian dana hibah sebanyak Rp2 triliun itu berasal dari komunikasi antara Hardi dan pihak keluarga.

”Karena ini merupakan niat baik dari perorangan, tentu harus disambut baik,” ucap Supriadi. Sebab, selama ini bantuan dari beragam kalangan masyarakat juga selalu mengalir.

Supriadi juga mempertegas, sampai saat ini belum ada penetapan status Heriyanti. ”Dia diundang untuk memberi keterangan, bukan ditangkap,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Apa yang disampaikan Supriadi berkebalikan dengan pernyataan Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro dalam konferensi pers di Pemprov Sumsel bersama Gubernur Sumsel Herman Deru.

Ratno mengatakan telah menetapkan H sebagai tersangka atas kasus penghinaan terhadap negara. Dasar hukum yang digunakan adalah Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan sanksi pidana hingga dua tahun penjara.

Bahkan, dalam kesempatan itu, Herman Deru meminta kasus ini diusut tuntas karena menghadirkan polemik dan keresahan dalam masyarakat. Apalagi saat ini warga sedang berada dalam situasi pandemi. Sebenarnya, iia sudah mencurigai adanya kejanggalan dari awal. Itulah alasan dia lebih memilih menerima bantuan dalam bentuk materi, bukan uang.

Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumatera Selatan Hari Widodo mengatakan, penggunaan bilyet giro bisa dilakukan sebagai alat untuk melakukan transfer dana dalam jumlah tertentu. Dengan jangka waktu tertentu.

”Jika memang ada dananya, tentu bisa dicairkan,” ucapnya. Menurut dia, bilyet giro hanya alat (tools).

Diketahui, keluarga almarhum Akidi Tio menyatakan bahwa sumbangan Rp2 triliun akan diserahkan bersama pihak perbankan dan notaris yang dibentuk Polda Sumsel.

Pada awalnya, seluruh anak pengusaha tajir asal Aceh itu ingin datang ke Palembang guna menyaksikan pemberian sumbangan tersebut tapi terkendala PPKM Level 4 di DKI Jakarta. ”Awalnya anak-anaknya mau hadir tapi terkendala PPKM di Jakarta jadi tidak bisa,” kata perwakilan keluarga Akidi Tio, Hardi Darmawan. (cho/han)

About The Author

  • Penulis: BNews 3

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less