Tiga Hari Berturut-turut Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran

BNews—MAGELANG— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan bahwa Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (29/6/2021) pukul 11.32 WIB. Dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter arah tenggara.

Informasi itu diunggah melalui akun twitter resmi @BPPTKG, Selasa (29/6/2021). Dalam unggahannya, BPPTKG menyebut awan panas guguran tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 152 detik.

”Awanpanas guguran Merapi tanggal 29 Juni 2021 pukul 11.32 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 152 detik. Jarak luncur 2.000 m ke arah tenggara. Arah angin ke barat,” demikian keterangan dalam unggahan itu yang dilansir Borobudurnews.com.

BPPTKG menyebut, satu hari sebelumnya yakni Senin (28/6/2021), Gunung Merapi juga mengeluarkan awan panas guguran. Hal itu berdasarkan pantauan hari Senin mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

”Teramati satu kali awan panas guguran ke arah barat daya dan tiga kali ke arah tenggara dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter,” tulisnya.

”Teramati 10 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya dan tiga kali ke arah tenggara 1.000 meter,” sambungnya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Sementara pada Minggu (27/6/2021) dengan periode pengamatan pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, Gunung Merapi teramati mengeluarkan tiga kali awan panas guguran. Dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah barat daya dan tenggara.

“Teramati 27 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya,” tulisnya.

Lebih lanjut, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau status Siaga. Sementara untuk potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal tiga kilometer ke arah sungai Woro.

Kemudian sejauh lima kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

BPPTKG juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Serta tetap waspada terhadap bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Kemudian penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh lima kilometer dari Puncak Gunung Merapi.

Bila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: