UNIK !!! Di Kebumen Ada Penghayat Kepercayaan Pancasila

BNews–JATENG– Diketahui bersama, bahawa masyarakat Indonesia sejak dulu dikenal menjunjung tinggi ketuhanan, keberagaman, dan toleransi. Karakter dasar itu yang kemudian diterjemahkan sebagai Pancasila.

Dari karakter bangsa, Pancasila kemudian dikukuhkan menjadi dasar ideologi negara. Tapi siapa menyangka Pancasila juga menjadi dasar aliran kepercayaan sekelompok masyarakat di Kebumen, Jawa Tengah.  

Kelompok Masyarakat Penghayat Pancasila (Mapan), Resi Sangga Buana Semar Sabdopalon, menetap di Desa Grenggeng, Kecamatan Karangannyar, Kabupaten Kebumen.   

Ketua Paguyuban, Djasmin Suwito (71 tahun) mengatakan, aliran kepercayaan Masyarakat Pancasila dibentuk tahun 1917. Saat itu namanya hanya Pancasila dan belum berbentuk organisasi atau paguyuban.

Para penganut Mapan mulai merintis mendirikan paguyuban pada tahun 1932. Baru sekitar tahun 1968, paguyuban mendapat pengesahan tertulis dari kepala desa dan Dinas Kebudayaan.

Djasmin Suwito adalah generasi ke 3 keturunan Sanmukmin, pendiri aliran kepercayaan Masyarakat Pancasila. Anggotanya lebih dari 90 orang warga Desa Grenggeng dan sekitarnya.

Menurut Djasmin Suwito, semua orang boleh masuk dalam paguyuban aliran kepercayaan Masyarakat Pancasila. Mereka tidak memandang latar belakang suku, agama, dan ras.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Resi Sangga Buana sendiri adalah Pancasila yang muncul pertama menyangga jagad (bumi),” kata Djasmin saat ditemui di rumahnya, awal September lalu.

Ritual kepercayaan paguyuban ini adalah hening cipta atau semedi (bertapa) di hari-hari besar, seperti tanggal 1 Suro dan Hari Kesaktian Pancasila.

Tidak seperti agama samawi (agama wahyu) yang mengenal konteks Tuhan, ibadah dalam aliran kepercayaan Masyarakat Pancasila memiliki 2 prinsip besar: ngibadah (kepada) jagad agung dan jagad alit.

Jagad agung merujuk pada Tuhan melalui pemerintah yang mengemban amanah. Sedangkan jagad alit (jagad pribadi), memaknai “Tuhan” adalah diri sendiri.

Mereka memahami, dengan berbuat baik sepenuh hati berarti telah menempatkan dzat Tuhan pada diri sendiri.  

Seperti aliran kepercayaan umumnya, kelompok Penghayat Pancasila juga mengenal ritual hening cipta. Dalam melakukan ritual semedi, mereka merapal mantera berupa pupuh gambuh.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

            Samengko ingsun tutur,

            Sembah catur supaya lumuntur,

            Dhihin raga, cipta, jiwa, rasa, kaki,

            Ing kono lamun tinemu,

            Tandha nugrahaning Manon.

Maksudnya adalah sebagai warga negara kita memiliki panutan yaitu Manon (pemerintah). Kita harus patuh dengan aturan pemerintah.

            Ruktine ngangkah ngukut,

            Ngiket ngruket triloka kakukut,

            Jagad agung ginulung lan jagad alit,

            Den kandel kumadel kulup,

            Mring kelaping alam kono.

“Untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa, kita harus menyelesaikan masalah (ruwet) yang ada. Serta sebagai warga negara kita cukup memikirkan hajat hidup kita sendiri,” ujar Djasmin Suwito, menerjemahkan mantera pupuh gambuh.    

Ritual ibadat Masyarakat Pancasila tidak terkait dengan agama atau kepercayaan apapun. Mereka meyakini semua manusia sama di dalam Pancasila.

Ibadah pribadi tak kalah penting dengan ibadah jagad. Tujuannya adalah mengisi kemerdekaan dengan prinsip hidup berdasar Pancasila.

Ngibadah pribadi itu yang kemudian diterjemahkan sebagai berbuat baik untuk orang lain, menghargai perbedaan, bergotong royong, serta menjunjung tinggi kebhinekaan.

Menurut data Organisasi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Inspektorat dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2017, terdapat kurang lebih 587 paguyuban atau aliran kepercayaan di Jateng.

Di Kabupaten Kebumen sendiri terdapat 11 paguyuban penghayat kepercayaan, salah satunya Masyarakat Penghayat Pancasila (Mapan), Resi Sangga Buana Semar Sabdopalon di Desa Grenggeng. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: