Usaha Gebyok Kayu Borobudur Ini Mulai Bangkit Setelah Terpuruk Saat Pandemi

BNews–MAGELANG– Pandemi covid-19 memang berdampak kurang baik hampir dirasakan di seluruh sektor usaha. Namun, jika terus berdiam diri maka tidak mungkin sebuah usaha akan gulung tikar.

Seperti sebuah usaha perajin gebyok kayu di Magelang yang terus berproses selama pandemi dan kini mulai bangkit kembai. Usaha yang berada di kawasan Brojonalan, Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur Magelang ini memang sempat surut akibat pandemi covid-19.

Salah satu perajin usaha tersebut, Mutaqqin mengaku demikian terdapat mata pancahariannya yang sempat terpuruk. Dimana ia sempat kesulitan mencari bahan baku karena beberapa kampung melakukan lockdown waktu itu.

“Sebetulnya peminat gebyok cukup banyak setelah ada balkondes di beberapa desa di Borobudur. Tapi saat pandemi memang menurun,” katanya (28/1/2021).

Namun waktu berselang, usahanya mulai bangkit kembali. “Alhamdulillah mulai Desember sampai Januari ini sudah ramai lagi. Tapi ini pas lagi nggak bikin karena kemarin baru saja mengirim dua gebyok ke Mertoyudan dan Secang,” imbuhnya.

Dalam sebulan Mutaqqin bisa menerima pesanan tiga hingga empat gebyok. Biasanya pemesan berasal dari kalangan perorangan dan pengusaha rumah makan. Satu gebyok berukuran standar,  yakni sekitar 2,8 x 2 meter, bisa diselesaikan tiga orang selama tiga hari.

Harganya bervariasi, tergantung kerumitan desain dan jenis kayu yang digunakan. Untuk gebyok sederhana, harganya kurang lebih Rp 2 juta. Sementara gebyok dengan ukiran bisa di angka Rp 7 juta.

“Peminat malah banyak dari kalangan anak muda. Sementara ini masih dari Magelang, tapi beberapa waktu lalu sempat mengirim ke Bogor,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: