Volume Kendaraan Masuk Magelang Semakin Banyak

BNews–SALAM– Jajaran Petugas Kepolisian Polres Magelang perketat jalur perbatasan Jogja-Jawa Tengah (16/5/2020). Hal dilakukan setelah melihat volume kendaraan yang masuk wilayah Jawa Tengah dari arah Jogja meningkat.

Kasat Lantas Polres Magelang, AKP Fadli mengatakan sampai hari ke-23 Operasi Ketupat Candi 2020 sudah terdapat 334 kendaraan dari arah Jogja diminta putar balik di perbatasan. “Yang kita minta putar balik dominan kendaraan pribadi mencapai jumlah saat sebanyak 217. Sisanya kendaraan umum dan kendaraan roda dua,” katanya kemarin sore (16/5/2020).

Dijelaskannya juga, bahwa kendaraan yang dominan diminta putar balik adalah kendaraan pribadi yang terindikasi travel. “Dimana biasanya terdapat penumpang-penumpang yang merental mobil. Atau terindikasi sebagai pemudik,” imbuhnya.

AKP Fadli juga menyampaikan kebanyakan yang terindikasi pemudik dan diminta putar balik di Pos Pam Salam dari arah Jawa Timur maupun Yogyakarta. “Untuk volume kendaraan saat ini memperlihatkan kesadaran masyarakat sangat kurang. Padahal sudah jelas anjuran pemerintah dilarang mudik, tetapi keadaan kita lihat sendiri semakin ramai,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, pihaknya mendapat informasi bahwa sebentar lagi Yogyakarta akan melakukan PSBB. Tentunya hal ini akan berdampak ke Jawa Tengah, khususnya wilayah perbatasan seperti dengan Magelang.

“Kita tetap akan antisipasi dengan memperketat penyekatan mulai dari pagi, siang dan malam akan kami laksanakan. Dan kami tetap fokus ke pemudik dan sosialisasi mengenakan masker. Hal ini karena banyak pengendara yang belum mengenakan masker baik mobil atau sepeda motor kita minta putar balik juga,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sejauh ini tidak ada komplain dari pengendara yang diminta putar balik, menurut AKP Fadli sosialisasi pemerintah sudah jelas dan masyarakat juga sadar akan hal tersebut. “Sudah jelas dilarang mudik dan harus mengenakan masker. Dan sejauh ini banyak pengguna jalan sangat mematuhi hal tersebut,” paparnya.

Terkait jalan tikus masuk Magelang atau Jawa Tengah, Fadli menyampaikan kita fokus di jalur utama Jogja-Magelang ini yang dominan pemudik melintas jalur ini. “Jika masih ada yang menerobos jalur tikus toh sama saja setelah sampai rumah. Perangkat Desa atau Dusun harus meminta surat keterangan sehat dari Posko Gugus Tugas, dimana posko itu hanya ada di tiga titik di Magelang. Mereka sama aja harus membalik lagi ke posko tersebut,” terangnya.

“Dalam setiap harinya, kami terjunkan 60 personil dari berbagai jajaran di Polres Magelang untuk berjaga di Pos Pam Salam ini. Semoga hasilnya membaik, dan masyarakat mengikuti anjuran pemerintah,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: