Walikota Magelang Susah Tidur Sebelum Perankan Pangeran Diponegoro

BNews—MAGELANG— Walikota Magelang Sigit Widyonindito menjadi bagian penting dalam Karnaval Pembangunan HUT ke 74 Kemerdekaan RI siang tadi. Bagaimana tidak, dia harus memainkan drama kolosal yang memerankan Pangeran Diponegoro.

Drama berjudul Istanaku Di Hati Setiap Rakyat ini bercerita seputar perjuangan Sang Pangeran dalam melawan Belanda. Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito dan wakilnya, Windarti Agustina terlibat langsung dalam teatrikal selama sekitar 15 menit ini.

Sigit mengaku, sempat susah tidur karena memikirkan drama teatrikal ini. Terlebih menaiki kuda betulan yang tidak bisa diam selama pementasan. Namun, mengingat perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda, ia tetap semangat memerankannya.

“Saya bersama bu wakil, melakukan ini semua untuk inspirasi bagi kita terkait perjuangan Pangeran Diponegoro. Maka, mari kita isi kemerdekaan RI ini dengan upaya-upaya positif membangun daerah,” kata Sigit yang mengenakan pakaian lengkap ala Pangeran Diponegoro.

Loading...

Dalam drama itu Walikota Sigit berperan sebagai Pangeran Diponegoro yang penuh semangat berperang melawan Belanda. Adapun wakilnya, Windarti Agustina berperan sebagai Ratu Ageng yang mendapat mandat dari Pangeran Sepuh Mangkubumi untuk mengasuh Pangeran Diponegoro kecil bernama RM Mustohar.

BACA JUGA : Anggunnya Claudya di Fashion Show Festival Payung Indonesia

Fragmen demi fragmen ditampilkan para pemain drama teatrikal. Bermula dari kehidupan yang damai berubah menjadi rusak ketika dijajah oleh Belanda (sekitar tahun 1808-1825). Sampai akhirnya Pangeran Diponegoro pata tahun 1825 membakar semangat rakyat untuk melawan Belanda.

Berlangsungsekitar dua tahun, perang berhasil dimenangkan rakyat dengan ribuan tentara Belanda tewas dan kerugian mencapai jutaa gulden. Sampai akhirnya tahun 1826, Pangeran Diponegoro dinobatkan sebagai Sultan dengan gelar Sultan Ngabdulchamid Eru Cokro Sayidin Panotogomo Kalifatullah Ing Tanah Jawa.

 “Aku terima amanah dan gelar ini. Tapi, aku bukan sultan pemilik tahta, tapi aku sultan pemimpin perjuangan dan istanaku berada di hati setiap rakyat,” ujar Pangeran Diponegoro.

Karnaval pembangunan sendiri berlangsung sangat meriah. Ribuan penonton memadati arena sepanjang jalur karnaval. (co/jar)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: