Warga Desa Banyuroto Manfaatkan Limbah Ternak Jadi Energi Biogas

BNews-MAGELANG-Warga Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memanfaatkan limbah kotoran hewan ternak sapi sebagai energi baru terbarukan, dengan Pembuatan IPAL biogas sebagai kebutuhan gas alternatif untuk keperluan rumah tangga.

“Mayoritas warga lereng Gunung Merbabu, selain menjadi pertain, juga memelihara hewan ternak sapi, dan membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biogas sebagai energi untuk keperluan sehari-hari (memasak),” kata Kepala Desa Banyuroto, Sawangan, Magelang, Yanto, kemarin.

Menurut Yanto, membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biogas sebagai energi yang digunakan; untuk keperluan sehari-hari (memasak), sekaligus mencegah dan mengurangi dampak kerusakan hutan; akibat penebangan liar untuk mencari kayu bakar di Kawasan taman nasional Gunung Merbabu.

Adanya pembuatan IPAL biogas ini, sudah sangat membantu sekali dan mengurangi penebangan liar untuk mencari kayu bakar. Pada tahun 2019, pembuatan IPAL biogas limbah kotoran ternak, baru memiliki 6 unit biodigester, tahun 2024 sudah menjadi 36 unit biodigester.

Camat Sawangan, Yusuf Ari Wibowo menambahkan, Desa Banyuroto menjadi percontohan bagi desa lain di wilayah Kecamatan Sawangan, sehingga apa yang sudah dilakukan apparat desa dan warga dalam menjaga dan melestarikan lingkyngan, serta pemanfaatan limbah untuk biogas, bisa ditularkan warga desa lain.

“Saat ini sudah bisa dirasakan, atas pemanfaatan limbah kotoran hewan, serta menjaga lingkungan, menjadi contoh yang bagus untuk desa lain,” kata Camat Sawangan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PSPKLH) DLH Kabupaten Magelang; Uswatun Wulandari, menyatakan Desa Banyuroto adalah salah satu desa di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, peraih penghargaan Proklim Kategori Lestari.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Maka dengan segala potensi sumberdaya alam dan pemanfaatan limbah kotoran ternak untuk energi biogas; mempunyai karakteristik tersendiri, dan berbeda dengan daerah lain, sehingga poyensi yang ada untuk terus dikembangkan.

“Desa Banyuroto, salah satu desa dari 20 desa di 20 kecamatan di Kabupaten Magelang, yang mengikuti; Apresiasi Desa Gemar Mengelola Sampah (De’Gemes) yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun 2024,” jelasnya. (al)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!