Wisata Telomoyo Akan Buka Kembali, Pengunjung Ditandai Dengan Pita

BNews–NGABLAK– Sempat viral karena membludaknya pengunjung dan ditutup sementara, wisata Telomoyo akan dibuka kembali. Tentunya dengan peraturan dan tatanan baru.

Ketua LMDH Pandean, Ngablak, Magelang, Wardoyo mengatakan setelah kemarin membludak kita sudah lakukan rapat evaluasi dengan berbagai pihak terkait.

“Hari kemarin (Rabu,22 Juli 2020), kami sudah lakukan simulasi lagi. Dan diawasi langsung oleh Disparpora Kabupaten Magelang,” katanya saat dihubungi Borobudurnews, Rabu malam (22/7/2020).

Untuk simulasi oleh pengelola sendiri, lanjutnya akan dilakukan selama dua hari yakni 22-23 Juli 2020. “Dua hari ini simulasi tanpa melibatkan pengunjung di pintu masuk Dusun Dalangan Desa Pandean Kecamatan Ngablak Magelang,” imbuhnya.

Selanjutnya, kata Dia pada Jumat 24 Juli 2020 pengelola dan LMDH akan lakukan gladi bersih untuk persiapan buka.

“Kita rencana buka kembali Sabtu 25 Juli 2020. Dan akan kita lakukan simulasi baru dengan pengunjung dan berbayar tiket seperti biasa,” ungkapnya.

Wardoyo yang juga Sekertaris Desa Pandean Kecamatan Ngablak ini, memaparkan untuk paket wisata atau jadwal pengunjungnya.

Loading...
Sunrise di Puncak Gunung Telomoyo via Pandean Ngablak Kabupaten Magelang (Foto--Istimewa)
Sunrise di Puncak Gunung Telomoyo via Pandean Ngablak Kabupaten Magelang (Foto–Istimewa)
ATURAN BARU

“Kita bagi tiga paket atau jadwal kunjungan, yakni mulai Paket 1 Sunrise mulai Pukul 04.00-09.00 wib, Paket 2 pukul 09.00 wub – 13.00 wib. Serta Paket 3 Sunsite pukul 13.00 – 16.00,” paparnya.

“Setiap paket atau sesi jadwal quota pengujung maksimal 300 orang.\” tegasnya.

Serta setiap pergantian paket atau jadwal dipastikan sudah ganti pengunjung agar tidak terjadi penumpukan wisatawan diatas. “Kita tandani pengunjung menggunakan pita setiap sesi, jadi kalau sudah habis sesinya bisa diminta turun untuk gantian,” ungkap Wardoyo.

“Kita akan lakukan uji coba berbayar tersebut mulai tanggal 25 hingga 30 Juli 2020 bersama jajaran TNI Polri juga. Setelah itu akan dilakukan evaluasi kembali apakah protokol kesehatan berjalan atau tidak,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: