Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) di ICSED 2024: Mendorong Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) di ICSED 2024: Mendorong Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS) Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

  • calendar_month Kam, 7 Nov 2024

UPI sendiri telah menjadikan PKRS sebagai bagian dari kurikulum wajib di Departemen Pendidikan Khusus (PKH), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Inisiatif ini telah menghasilkan 32 artikel penelitian dan 61 skripsi, yang semakin memperkuat posisi PKRS sebagai bagian penting dalam pendidikan tinggi. YGSI berharap model ini dapat diadopsi oleh lebih banyak universitas di Indonesia, memastikan semua penyandang disabilitas mendapat pendidikan kesehatan reproduksi yang setara.

Endang Rochyadi, perwakilan dari UPI, menekankan pentingnya kolaborasi antara YGSI dan UPI, “Kami bangga dapat bekerja sama dengan YGSI dalam mengintegrasikan PKRS ke dalam kurikulum wajib di UPI. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa, tetapi juga memperluas dampak positif pendidikan kesehatan reproduksi bagi penyandang disabilitas di tingkat komunitas.”

Perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar, Praptono, menyampaikan dukungan; Kementerian Pendidikan terhadap integrasi PKRS dalam kurikulum perguruan tinggi; guna memastikan semua anak memperoleh akses pendidikan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

“Kementerian Pendidikan terus mendukung integrasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS); yang inklusif ke dalam kurikulum, guna memastikan bahwa setiap anak muda, termasuk yang berkebutuhan khusus; mendapatkan informasi dan pemahaman yang diperlukan untuk kehidupan yang sehat dan aman.” ungkap Praptono.

Dengan partisipasinya dalam ICSED 2024, YGSI menegaskan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi yang inklusif; adalah hak asasi bagi semua individu, sebagaimana diatur dalam Pasal 25 CRPD.

Melalui kegiatan ini, YGSI ingin meningkatkan kesadaran publik dan mendorong kerjasama lintas sektor untuk mewujudkan pendidikan; yang menghormati hak-hak serta kebutuhan penyandang disabilitas, serta membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Joana Lamptey, perwakilan dari Rutgers Netherlands, menambahkan, “Dukungan kami di Rutgers Netherland terhadap; inisiatif YGSI mencerminkan komitmen kami untuk mendorong pendidikan yang setara dan berkelanjutan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana kerjasama internasional dapat menciptakan solusi pendidikan yang inovatif bagi penyandang disabilitas dan semoga dapat lebih jauh berinvestasi dalam menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.”

Melalui keterlibatannya dalam ICSED 2024, YGSI berharap dapat membuka peluang untuk kolaborasi lebih lanjut; dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk mengadopsi dan mengimplementasikan PKRS di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia; terutama yang memiliki kurikulum pendidikan khusus.

ICSED 2024 diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran dan; pemahaman tentang pentingnya inklusivitas dalam pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus; dan dihadiri oleh pendidik, peneliti, pembuat kebijakan, mahasiswa, serta organisasi yang bekerja di bidang pendidikan dan kesehatan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Konferensi ini secara khusus mengangkat berbagai topik penting terkait pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas; untuk anak berkebutuhan khusus, termasuk integrasi kurikulum, strategi intervensi dini, pertimbangan etis.

Serta bimbingan dan konseling. Selain itu, turut dibahas metode asesmen untuk memahami pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksualitas; pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pengajaran; serta pengelolaan program yang fokus pada kesehatan reproduksi dan seksual.

Topik lain yang dibahas adalah pengembangan kebijakan, layanan kompensasi, pendidikan kecakapan hidup; yang memadukan kesehatan reproduksi dan seksual, serta aksesibilitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less