10 Fakta Kacang Kedelai: Menambah Sperma dan Mengontrol Nafsu Makan

BNews—MAGELANG— Kacang kedelai bisa menjadi pilihan tepat untuk Anda yang mencari camilan yang praktis dan sehat. Bagaimana tidak, kacang jenis ini mengandung kaya nutrisi bagi tubuh, seperti serat, karbohidrat kompleks, antioksidan, serta berbagai vitamin dan mineral.

Berikut kandungan dan manfaat lengkap seputar kacang kedelai:

Sumber protein nabati terbaik

Mengandung semua jenis asam amino esensial, kacang kedelai menjadi sumber protein nabati berkualitas tinggi. Asam amino esensial merupakan jenis asam amino yang dibutuhkan tubuh, tetapi tidak bisa diproduksi sendiri. Setiap seratus gram kedelai mengandung 17 gram protein yang baik untuk membangun otot tubuh.

Banyak nutrisi kedelai pada tempe

Tempe lebih padat nutrisi daripada tahu karena dibuat melalui proses fermentasi. Kacang kedelai sebagai bahan baku tempe mengandung antinutrien. Antinutrien adalah senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat gizi tertentu dalam tubuh.

Lebih sehat dari daging merah

Jumlah protein produk olahan kedelai seperti tahu atau edamame, menurut ahli diet (dietisien), Kathy McManus, dapat menggantikan jumlah protein dari daging merah dan sumber protein lainnya. Daging merah mengandung lemak jenuh tinggi yang dapat menyebabkan penumpukan kolesterol dalam tubuh.

Direktur Department of Nutrition di Harvard itu juga menyebut, kedelai mengandung lemak tak jenuh ganda (lemak baik) yang jauh lebih sehat. Kedelai bisa memenuhi asupan lemak yang dibutuhkan tubuh dengan cara yang lebih sehat.

Menurunkan risiko kanker payudara

Pemicu kanker payudara disebabkan karena kacang kedelai merupakan mitos. Menurut direktur epidemiologi dan gizi dari American Cancer Society, Marji McCullough, ScD, RD,  tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa kedelai dapat memicu kanker payudara.

Faktanya adalah kedelai memiliki isoflavon dapat membantu menangkal radikal bebas penyebab kanker.  Isoflavon bersifat mirip estrogen yang bisa memicu pertumbuhan kanker jika kalau diproduksi secara berlebihan.

Aman untuk kesuburan pria

Mitos lain yang masih berkembang sampai hari ini adalah memakan kacang kedelai akan membuat masalah pada kesuburan pria. Kandungan isoflavon dikhawatirkan dapat menurunkan hormon testosteron.

Faktanya, pria yang mengonsumsi 40 miligram isoflavon kedelai setiap hari selama empat bulan tidak mengalami penurunan kualitas hormon testosteron maupun jumlah sperma. Justru kacang kedelai bisa menurunkan risiko kanker prostat pada pria.

Aman untuk anak balita

Tidak sedikit orang tua yang khawatir memberikan susu kedelai akan memengaruhi perkembangan si buah hati. Sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikannya kepercayaan tersebut.

Padahal dalam studi pada 2021, semua bayi menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada tahun pertama kehidupannya. Para bayi tersebut dalam penelitian diberikan asupan ASI, susu sapi dan susu kedelai.

Tidak memicu hipotiroid

Kandungan fitoestrogen pada kedelai dapat memicu hipotiroid ternyata hanyalah mitos belaka. Fitoestrogen adalah senyawa dalam tumbuhan yang sifatnya mirip dengan estrogen atau faktor risiko kanker jika kadarnya berlebihan dalam tubuh.

Sebuah studi pada Clinical Thyroidology pada 2011 menemukan sebanyak sepuluh persen wanita mengalami hipotiroid setelah delapan minggu mengonsumsi suplemen protein kedelai. Kenyataannya, kejadian ini hanya dialami wanita yang mengandung 16 miligram fitoestrogen perhari alias dengan dosis yang berlebih.

Menyehatkan jantung dan menurunkan gula darah

Lantaran dipengaruhi oleh kadar indeks glikemik kedelai yang rendah, kacang kedelai bisa menyehatkan jantung dan menurunkan gula darah. Indeks glikemik adalah nilai yang menunjukkan seberapa cepat tubuhmengubah karbohidrat menjadi gula darah.

Semakin tinggi indeks glikemiknya, karbohidrat emakin cepat diubah menjadi gula darah. Akibatnya, kadar gula darah dalam tubuh akan lebih cepat naik. Kedelai mengandung indeks glikemik rendah sehingga tidak membuat gula darah naik drastis.

Mengurangi efek hot flashes pada wanita menopause

Mengonsumsi makanan yang berasal dari kedelai berdasarkan studi pada jurnal Menopause pada 2012 ternyata dapat membantu meringankan gejala saat wanita memasuki masa menopause. Khususnya sensasi panas pada malam hari (hot flashes).

Mengonsumsi satu hingga dua porsi kedelai setiap hari terbukti dapat mengurangi frekuensi dan keparahan hot flash. Akan tetapi diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui seberapa lama kedelai manjur mengatasi hot flash pada wanita menopause.

Membuat kenyang lebih lama

Kacang kedelai bisa menjadi pilihan camilan sehat untuk Anda yang sedang menjalani program diet. Hal ini dikarenakan kedelai termasuk jenis kacang-kacangan yang memiliki kadar indeks glikemik yang rendah.

Makanan indeks glikemik rendah cenderung lebih lambat diserap tubuh. Perut akan kenyang lebih lama sehingga dapat mengontrol nafsu makan. (hil/ifa)

Sumber: Genpi

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: