IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

1297 Jamaah Haji Asal Magelang Batal Berangkat, Dana Bisa Ditarik

BNews—MUNGKID— Kementrian Agama Kabupaten Magelang memastikan ribuan jamaah haji asal Kabupaten Magelang batal berangkat haji tahun ini. Hal itu sesuai dengan keputusan pemerintah pusat.


Di Kabupaten Magelang sendiri tercatat ada 1.297 jamaah yang seharusnya berangkat tahun ini. Mereka telah melunasi semua biaya administrasi.


“Pemerintah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan ibadah haji tahun 2020 ini akibat pandemi Covid-19,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang, Khamim Setiawan, kemarin.


Dia merinci, jumlah tersebut adalah jamaah yang telah lunas pembayaran. Dimana di tahap 1 sebanyak 1.172 orang, lunas tahap 2 sebanyak 65 orang dan lunas cadangan sebanyak 49 orang.

Selain jamaah haji, kata dia ada 10 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 1 pembimbing kelompok ibadah haji yang juga batal diberangkatkan. Jumlah total terdapat 1.297 calon jemaah.

“Ada 1.297 orang yang sudah melunasi. Jadi sesuai peraturan tentang pelunasan haji, pelunasan hanya dibuka tahap 1. Bila tahap 1 belum memenuhi kuotanya, maka dibuka pelunasan tahap 2,” kata dia.

“Pelunasan tahap 2 sebanyak 65 orang. Seluruh Jateng dibuka tambahan cadangan kurang lebih 5 persen, lunas cadangan di Kabupaten Magelang sebanyak 49 orang,” tambahnya.

Loading...


Secara prinsip untuk pelunasan terhadap dua unsur keuangan. Pertama, setoran awal sebesar Rp 25 juta.


Kedua, adalah pelunasan untuk tahun berjalan 2020 ini. Dana yang dapat diambil kembali oleh calon jemaah haji adalah dana pelunasan.


Dana setoran awal sebesar Rp 25 juta itu tetap dan masuk di dana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). “Yang bisa diambil kembali oleh calon jemaah haji adalah dana pelunasan. Yang setoran awal tetap dan itu masuk di dana BPKH,” tutur Khamim.


Calon jemaah haji yang hendak menarik kembali pelunasannya akan tetap diberikan dan diproses. Dia pun tetap masuk di daftar tunggu di tahun 2021 nanti.


Sementara jika ia menarik bersama dengan setoran awal, maka calon jemaah haji dianggap membatalkan secara keseluruhan.


“Jemaah haji yang hendak menarik kembali pelunasannya, tetap akan diberikan dan diproses dan dia tetap menjadi daftar tunggu di tahun 2021. Kalau dia menarik bersamaan dengan setoran awalnya sebesar 25 juta, nah itu berarti membatalkan secara keseluruhan,” katanya.


Adapun manfaat jika pelunasan tidak ditarik, maka otomatis tahun depan akan ada perhitungan kembali besara BPIH tahun 2021.


Jika BPIH naik, ia tinggal menambah sedikit. Jika BPIH turun, maka sisanya dapat ditarik kembali. (her/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: