1538 Pengguna Jalan Tercatat di Aplikasi E-Teguran Gemas Satlantas Polres Magelang

BNews–MUNGKID– Ribuan pengguna jalan tercatat dalam aplikasi E-Teguran Gemas Satlantas Polres Magelang. Jumlah itu kurun waktu tanggal 1 Juli hingga 27 Juli 2020.7.28

“Lengkapnya sebanyak 1538 pengguna jalan yang dapat himbauan dan teguran karena menyalahi protokol kesehatan dan pelanggaran lalu lintas,” ungkap Kasat Lantas Polres Magelang AKP Fadli, melalui Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Polres Magelang, Ipda Kukuh Tirto Satria Laksono.

Semua himbauan dan teguran tersebut, lanjutnya tercapat dalam Aplikasi E-Teguran Gemas (Gerakan Menggunakan Masker menuju Magelang Gemah Ripah Iman Cemerlang).

“Jadi setiap orang yang telah di berikan teguran akan terekam datanya dalam aplikasi tersebut,” imbuhnya.

Menurutnya, sehingga apabila terdapat orang mengulangi pelanggaran protokol kesehatan maupun UULAJ akan di ketahui oleh petugas melalui history pelanggaran yang terdapat dalam fitur aplikasi.  

“Dengan demikian di harapkan menimbulkan efek jera, karena setiap pelanggar protokol kesehatan dan UULAJ di awasi oleh petugas Satlantas Polres Magelang di lapangan,” ungkapnya.

Kukuh menyampikan juga bahwa melalui aplikasi Gemas Gemilang tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang. Tentunya serta meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berkendara.

Loading...

Dari banyaknya pelanggaran tersebut, lanjutnya di dominasi oleh pelanggaran tidak mengenakan masker. Selain itu juga tidak menjaga jarak utamanya para penumpang angkutan umum.Selebihnya terdapat pelanggar UULAJ.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Ya sekitar 80 % pelanggaran ketidak patuhan terhadap protokolo kesehetan seperti tidak mengenakan masker. Ada juga terkait jaga jarak seperti angkutan umum yang tidak memperhatikan tempat duduk penumpang,” ujarnya.

Namun, lanjutnya Apliksi tersebut masih tahap uji coba penerapan di wilayah Kabupaten Magelang. Jika nantinya dinilai efektif maka akan menunggu arahan pimpinan.

“Kita lihat kedepan respon dan dampaknya bagaiman. Jika memang bagus maka bisa buat laporan ke pimpinan serta Bupati Magelang untuk kebijakan selanjutnya,” ungkap Kukuh.

Karena, menurutnya laporan harus berdasarkan data lapangan sehingga kedepan terdapat dasar hukumnya untuk kebijakan laiinya. “Ya tindak lanjut nanti akan ada MOU Kapolres denga Bupati Magelang jika memang aplikasi ini diperlukan. Tentunya untuk menetapkan dasar hukumnya agar lebih kuat,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: