6 Jurusan Kuliah yang Paling Dicari Industri AI, Tak Hanya Ilmu Komputer
- calendar_month 2 menit yang lalu

Bukan Cuma Informatika, Ini 6 Jurusan Kuliah yang Punya Peluang di Industri AI
BNews—NASIONAL— Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus mengubah kebutuhan dunia kerja. Seiring semakin luasnya penggunaan AI di berbagai sektor, kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kemampuan teknologi, analisis, keamanan, kesehatan, hingga rekayasa juga ikut berkembang.
Kondisi tersebut membuat pilihan jurusan kuliah menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan calon mahasiswa. Selain mengikuti minat dan kemampuan pribadi, memahami perkembangan kebutuhan industri dapat membantu mahasiswa mempersiapkan kompetensi untuk menghadapi dunia kerja.
Sejumlah bidang pendidikan dinilai memiliki keterkaitan kuat dengan perkembangan industri AI. Menariknya, jurusan yang berpeluang mendukung karier di sektor AI tidak hanya berasal dari rumpun teknologi.
Berdasarkan rangkuman laporan Forbes dan informasi dari Southern New Hampshire University (SNHU), berikut enam jurusan kuliah yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri AI.
- Ilmu Komputer
Ilmu Komputer menjadi salah satu jurusan yang paling erat kaitannya dengan perkembangan AI. Mahasiswa jurusan ini umumnya mempelajari pemrograman, algoritma, pengembangan perangkat lunak, struktur data, hingga pemecahan masalah secara sistematis.
Asisten profesor ilmu komputer di SNHU, Dr Swapnil Chhabra, menjelaskan bahwa kemampuan tersebut menjadi fondasi penting untuk berbagai pekerjaan teknis.
“(Di jurusan ilmu komputer) Anda belajar bagaimana berpikir secara sistematis, memecah masalah kompleks, merancang solusi yang efisien, dan bekerja dengan berbagai bahasa pemrograman – keterampilan yang mendasar dalam peran teknis apa pun,” ujarnya.
Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi lulusan yang ingin mengembangkan karier di bidang AI, machine learning, pengembangan perangkat lunak maupun teknologi lainnya.
- Teknologi Informasi
Jurusan Teknologi Informasi (TI) juga memiliki peluang di tengah perkembangan AI. Jika ilmu komputer banyak menekankan dasar komputasi dan pemrograman, TI memiliki keterkaitan yang kuat dengan penerapan teknologi dalam kebutuhan organisasi dan bisnis.
Mahasiswa TI dapat mempelajari berbagai kompetensi teknologi, termasuk pemrograman, pengelolaan sistem informasi dan penerapan teknologi untuk menyelesaikan persoalan bisnis.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Pemimpin departemen penerimaan mahasiswa di SNHU, Sean Lucius, menilai kemampuan teknologi yang diperoleh dari jurusan TI dapat menjadi bekal untuk memasuki pekerjaan teknis yang berkaitan dengan AI.
“Gelar ini merupakan pilihan tepat lainnya untuk mengajarkan Anda keterampilan teknologi, seperti pemrograman, yang Anda perlukan untuk memulai peran teknis yang berkaitan dengan AI,” kata Sean Lucius.
- Keamanan Siber
Semakin banyak aktivitas perusahaan yang bergantung pada teknologi digital membuat kebutuhan terhadap keamanan siber ikut meningkat.
Sistem berbasis AI juga membutuhkan perlindungan terhadap berbagai ancaman keamanan. Karena itu, lulusan yang memahami keamanan informasi memiliki peluang untuk berkontribusi dalam menjaga sistem, jaringan dan data perusahaan.
Menurut data yang dikutip dalam laporan tersebut, pekerjaan di bidang keamanan siber dan informasi diperkirakan mengalami pertumbuhan hingga 29 persen pada 2034.
Kompetensi keamanan siber juga dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan dan penerapan AI yang aman di lingkungan perusahaan.
- Matematika
Matematika mungkin tidak selalu dianggap sebagai jurusan yang berhubungan langsung dengan AI. Namun, kemampuan matematika justru menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan berbagai sistem kecerdasan buatan.
Mahasiswa matematika mempelajari konsep seperti aljabar linear, kalkulus dan probabilitas. Berbagai konsep tersebut memiliki penerapan dalam pengembangan model dan sistem AI.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Lulusan matematika yang mengombinasikan kemampuan analitis dengan kompetensi teknologi informasi dapat memiliki peluang untuk memasuki bidang yang berkaitan dengan kecerdasan buatan.
- Keperawatan dan Ilmu Kesehatan
Perkembangan AI tidak hanya berlangsung di sektor teknologi. Dunia kesehatan juga mulai memanfaatkan kecerdasan buatan untuk berbagai kebutuhan, termasuk analisis informasi kesehatan dan diagnostik.
Karena itu, lulusan keperawatan dan ilmu kesehatan tetap memiliki ruang untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi AI.
Pendidikan di bidang kesehatan juga membentuk kemampuan yang sulit sepenuhnya digantikan teknologi, seperti empati, pengambilan keputusan dalam situasi tertentu, komunikasi dengan pasien dan kemampuan menghadapi kondisi yang kompleks.
Kombinasi pemahaman klinis dan teknologi berpotensi menjadi kompetensi penting ketika penggunaan AI di sektor kesehatan semakin berkembang.
- Teknik Dirgantara
Jurusan lain yang memiliki peluang dalam perkembangan AI adalah Teknik Dirgantara.
Mahasiswa teknik dirgantara mempelajari berbagai bidang, seperti aerodinamika, propulsi, material dan sistem kendali. Kompetensi tersebut kini dapat dipadukan dengan teknologi AI dan sistem otonom.
Penerapan AI di sektor kedirgantaraan antara lain berkaitan dengan sistem penerbangan otonom, pemeliharaan prediktif, optimalisasi desain dan proses manufaktur.
Karena itu, lulusan yang menguasai prinsip-prinsip kedirgantaraan sekaligus memahami penerapan AI berpotensi dibutuhkan dalam perkembangan industri penerbangan dan kedirgantaraan.
Jurusan Kuliah yang Relevan dengan Perkembangan AI
Perkembangan AI menunjukkan bahwa peluang karier di industri teknologi tidak hanya terbuka bagi mahasiswa yang mengambil jurusan khusus kecerdasan buatan.
Ilmu komputer dan teknologi informasi memang memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan teknologi. Namun, keamanan siber, matematika, ilmu kesehatan hingga teknik dirgantara juga memiliki kompetensi yang dapat dipadukan dengan AI.
Bagi calon mahasiswa, pemilihan jurusan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren pekerjaan. Minat, kemampuan akademik, tujuan karier dan kesediaan untuk terus mempelajari teknologi baru juga menjadi faktor penting.
AI diperkirakan akan terus memengaruhi berbagai sektor pekerjaan. Karena itu, kemampuan beradaptasi dan mengombinasikan keahlian utama dengan teknologi AI dapat menjadi salah satu bekal penting menghadapi perubahan dunia kerja. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar