Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Apa itu Anxiety? Kenali Ciri-ciri dan Cara Meredakannya

Apa itu Anxiety? Kenali Ciri-ciri dan Cara Meredakannya

  • calendar_month Rab, 23 Apr 2025

BNews–KESEHATAN– Anxiety adalah perasaan cemas atau khawatir yang berlebihan terhadap suatu situasi yang menimbulkan stres. Jika terjadi terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Munculnya perasaan cemas ini sebenarnya merupakan reaksi normal tubuh untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi situasi tersebut. Namun, anxiety terkadang juga bisa muncul tanpa ada alasan atau pencetus yang jelas.

Dilansir dari Alodokter pada Rabu (23/4/2025), berikut ini adalah ciri-ciri anxiety yang perlu diketahui:

1. Sulit merasa tenang

Perasaan cemas yang wajar biasanya muncul saat menghadapi situasi tertentu, seperti ujian atau wawancara kerja. Namun, pada anxiety, kecemasan bisa terjadi secara berlebihan, bahkan tanpa alasan yang jelas. Pikiran pun dipenuhi skenario terburuk, sehingga sulit untuk merasa tenang.

2. Sulit berkonsentrasi

Anxiety dapat membuat pikiran terasa penuh dan sulit fokus. Seseorang bisa merasa pikirannya terus mengarah ke berbagai kemungkinan buruk dan pengalaman kurang baik di masa lalu, sehingga sulit untuk berkonsentrasi. Bahkan, tugas sederhana pun bisa terasa berat karena sulit mengatur fokus.

3. Emosional dan lebih sensitif

Orang yang memiliki ciri-ciri anxiety cenderung lebih sensitif secara emosional. Perasaan cemas yang menumpuk bisa membuat seseorang menjadi mudah menangis, marah, atau frustasi karena merasa kewalahan, takut, dan banyak beban pikiran. Pada kondisi tertentu, anxiety juga bisa membuat seseorang mengalami perubahan suasana hati atau mood swing.

4. Susah tidur

Ciri-ciri anxiety dapat dilihat dari adanya gangguan tidur, seperti sulit tidur (insomnia), mimpi buruk, sering terbangun di tengah malam. Pikiran yang terus-menerus bekerja dan rasa khawatir yang berlebihan membuat tubuh sulit relaks, sehingga tidur pun terganggu.

5. Mudah lelah

Rasa cemas yang terus-menerus muncul bisa menguras banyak energi, baik secara fisik maupun mental. Tubuh selalu dalam kondisi tegang, sehingga energi cepat habis meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Selain itu, kurang tidur akibat anxiety juga dapat memperparah rasa lelah.

6. Dada berdebar-debar

Anxiety dapat memicu respons tubuh yang disebut fight or flight yang bisa menyebabkan jantung berdebar lebih cepat atau tidak teratur. Hal ini terjadi karena ketika mengalami anxiety atau stres, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin, sehingga membuat tekanan darah naik dan detak jantung menjadi lebih cepat.

Saat mengalami anxiety, tubuh merespons dengan cara meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik, yang dapat memicu produksi keringat berlebih. Ciri-ciri anxiety ini biasanya terjadi di telapak tangan, kaki, wajah, ketiak, atau selangkangan, meskipun suhu udara tidak panas.

7. Gangguan pencernaan

Anxiety dapat memengaruhi sistem pencernaan. Ketika seseorang cemas, tubuh melepaskan hormon stres yang dapat memperlambat atau mempercepat proses pencernaan. Hal ini bisa menyebabkan berbagai gangguan, seperti sakit perut, mual, diare, sembelit, atau perut kembung.

8. Perilaku kompulsif

Ciri-ciri anxiety bisa menunjukkan perilaku kompulsif, yaitu tindakan yang dilakukan berulang kali. Contohnya, menggigit kuku, menggoyangkan kaki, mengetuk-ngetuk meja dengan jari, mengecek sesuatu secara berulang, menggemeretakkan gigi, atau menarik rambut.

Meskipun bisa memberikan rasa lega sementara, perilaku ini justru dapat memperburuk kecemasan dalam jangka panjang jika tidak dikelola dengan baik.

Nah berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan anxiety:

  • Lakukan teknik pernapasan 4-7-8, yaitu tarik napas selama 4 detik, tahan selama 7 detik, lalu hembuskan perlahan selama 8 detik.
  • Lakukan teknik grounding 5-4-3-2-1, yaitu lihat 5 benda di sekitar, sentuh 4 benda, dengarkan 3 suara, cium 2 aroma, dan cicipi 1 makanan atau minuman.
  • Olahraga rutin setidaknya 30 menit setiap hari atau minimal 3 kali setiap minggu.
  • Coba relaksasi dengan mendapatkan pijatan, aromaterapi, atau mendengarkan musik yang lembut dan tenang.
  • Batasi konsumsi kafein, seperti kopi dan minuman berenergi
  • Lakukan positive self talk, misalnya “Aku pasti bisa melewatinya” atau “Aku lebih kuat dari rasa cemas ini”.
  • Curhat dengan pasangan, sahabat, atau keluarga yang dipercayai.
  • Luangkan waktu untuk berinteraksi dan menghabiskan waktu dengan orang terdekat atau support system.

Selain cara di atas, Anda juga bisa berkonsultasi dengan psikolog. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less