Begini Kronologi dan Penyebab Kebakaran Pabrik Kayu Lapis Blondo

BNews—MUNGKID—Kebakaran Pabrik Kayu Lapis PT Lima Utama di Blondo Kecamatan Mungkid, dini hari tadi (27/10/2020) diduga akibat konsleting listrik. Diketahui bahwa pabrik itu milik Budi Joko Santoso.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang, Yoga Subarkah. Dia mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut karena konsleting listrik.

”Waktu kejadian sekitar pukul 03.40 wib. Saat itu saksi, Pitono, sedang berkeliling melihat keadaan pabrik dan melihat percikan api,” kata dia.

Melihat percikan api tersebut, lantas saksi melaporkan ke Pemadam Kebakaran. Usai mendapat laporan, regu piket langsung menuju ke lokasi dengan menerjunkan 9 unit mobil pompa, dua tangki suplay, unit rescue dan ambulane.

”Kami juga di back up lima unit dari Damkar Kota Magelang dan dengan cepat kobaran api dapat dipangkas,” jelas Yoga.

Dia menyebut, tim-nya sampai di lokasi sekitar pukul 04.03 wib dan selesai penanganan sekitar pukul 10.50 wib.  Sementara untuk kerugian, kata Yoga, estimasi sekitar Rp 10 miliar.

”Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Api juga berhasil dipadamkan sebelum merembet ke pemukiman warga serta salah satu tempat ibadah yang berada di dekat lokasi kejadian,” ujar dia.

Loading...

Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di Pabrik Kayu Lapis PT Lima Utama di Blondo Kecamatan Mungkid, dini hari tadi (27/10/2020). Kejadian kebakaran diduga sekitar pukul 03.00 WIB.

Pantauan Borobudurnews di lokasi pada pukul 09.00 WIB, sejumlah mobil pemadam kebakaran masih berada di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah petugas melakukan pendinginan agar titik-titik api benar-benar padam.

Sejumlah karyawan pabrik itupun nampak membantu dalam proses pendinginan dan menyelamatkan barang-barang. Nampak di dalam pabrik tersebut, kayu-kayu hangus terbakar dan asap masih terlihat. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: