Begini Modus Perempuan Asal Jepara Tipu Investasi Bodong, Korban Capai Ratusan

BNews—JATENG— Polres Jepara meringkus YN, perempuan berusia 21 tahun asal Kecamatan Mlonggo, Jepara, pelaku penipuan bermodus investasi. Berdasarkan data dari Satreskrim Polres Jepara, tercatat 200 orang telah menjadi korban dengan total kerugian Rp 4 miliar.

Kapolres Jepara AKBP Warsono mengatakan, YN menawarkan investasi uang melalui unggahan status WhatsApp dengan janji keuntungan yang diberikan dalam hitungan hari. Bisnis ilegal tersebut mulai dijalankan pelaku pada Februari 2021.

Investasi yang ditawarkan di antaranya diberi nama ‘Selasa Pendek atau Promo’. Semisal dalam kurun waktu 4 hingga 13 hari, para peserta investasi diiming-imingi bisa menerima keuntungan Rp 100.000 sampai Rp 500.000.

“Banyak korban yang tertarik untuk ikut usaha investasi dan kemudian menghubungi pelaku. Para korban lantas mentransfer sejumlah uang tunai dengan nominal berbeda-beda ke rekening pelaku,” jelas Warsono.

Dalam perkembangannya, investasi uang tersebut ternyata bodong. Setelah menerima uang dari para korbannya, YN tidak bisa memenuhi janjinya untuk memberikan keuntungan sehingga para peserta inventasi dirugikan.

“Jumlah korban investasi 200 orang dengan nominal uang yang berbeda,” ungkap Warsono.

Satreskrim Polres Jepara mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya bukti transfer dari bank, ponsel pelaku, satu buah memory card, dan beberapa buku rekening bank milik pelaku, 163 lembar rekening koran, serta 25 lembar screenshoot chat dan status WhatsApp.

“Pelaku YN  melanggar Pasal 378 atau Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun,” kata Warsono.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M Fachrur Rozi menjelaskan, bisnis investasi yang dijalankan pelaku faktanya tidak memiliki jenis usaha yang jelas. Uang yang ditransfer ke rekening pelaku ujung-ujungnya hanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. 

Sebanyak 16 orang korban yang sudah dimintai keterangan penyidik Satreskrim Polres Jepara mengaku mengalami kerugian Rp 500 juta. Pelaku sendiri mengaku sudah tak sanggup mengembalikan uang investasi para korbannya lantaran uang sudah habis digunakan.

 “Pelaku awalnya memutarkan modal investasi dari para korban dengan mentransfer keuntungannya dan berakhir tidak bisa mengembalikan uang para korban. Ini investasi bodong dan pelaku sengaja menipu. Dari 200 korban total Rp 4 miliar. Ada yang sudah dikembalikan juga uangnya saat ditagih,” kata Rozi. (*)

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: