Bikin Mewek !! Kisah Nenek yang Diusir Dari Rumahnya Oleh Anak Angkatnya Sendiri
- calendar_month Sel, 7 Nov 2023

tangkapan layar video nenek yang diusir anak angkatnya
BNews-NASIONAL– Siti Marbiah (73 tahun) adalah seorang wanita tua yang menarik perhatian setelah diusir oleh anak angkatnya sendiri, AY.
Kisah ini terjadi di Banyuasin, Sumatera Selatan dan sempat menghebohkan publik serta membuat hati teriris.
Siti Marbiah telah mengurus AY sejak kecil hingga ia dewasa dan bekerja. Namun, sayangnya, ia harus menerima perlakuan buruk dari AY di usia senjanya. Bahkan, Siti Marbiah diusir dari rumahnya sendiri yang seharusnya menjadi tempat tinggalnya.
Tidak hanya itu, nenek Siti Marbiah juga merasa kecewa karena telah diperlakukan seperti pembantu oleh anak angkat yang telah dibesarkannya sejak usia 2 tahun.
Saat mediasi dilakukan dengan kehadiran puluhan warga dan seorang polisi, Siti Marbiah mengeluarkan rasa emosinya karena harus terusir dari rumahnya sendiri.
“Alangkah beraninya kamu, aku yang punya rumah (enak sekali kalian, aku yang punya rumah),” ucap Siti Maribiah yang dikutip dari Tribunsumsel.com, Minggu (5/11/2023).
Keadaan Siti Marbiah yang lemah akibat emosinya membuat beberapa orang membantunya meninggalkan tempat mediasi.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Walau awalnya menolak, Siti Marbiah akhirnya pasrah ketika dibawa pergi dari kerumunan.
Namun, dengan kekuatan yang ada, wanita paruh baya ini tetap berjuang untuk mempertahankan rumahnya dan mengucapkan kutukan kepada anak angkatnya.
Sementara itu, AY hanya terdiam mendengarkan kutukan tersebut. “Kau tidak akan bahagia seumur hidup, kau memakan harta aku. (Kamu tidak akan bahagia seumur hidup, kau memakan harta aku),” ujar Siti Marbiah dengan napas terengah-engah saat pergi dari tempat mediasi.
Setelah Siti Marbiah pergi, mediasi tetap berlanjut namun dengan kesulitan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Tribunsumsel.com, masalah ini masih belum menemukan jalan keluar.
Pengacara Siti Marbiah, Jallas Boang Manalu, menyebut bahwa nenek tersebut telah mengangkat AY sebagai anak angkat karena tidak memiliki anak kandung.
AY diangkat oleh Siti Marbiah sejak berusia 2 tahun dan diperlakukan seperti anak sendiri.
“Seperti halnya keluarga, meski anak angkat, mereka tetap diperlakukan seperti anak sendiri. Dia dididik, didukung hingga bisa kuliah dan bekerja sekarang,” katanya, Minggu (5/11/2023).
Jallas menjelaskan bahwa Siti Marbiah memiliki rumah dan warisan bersama keluarga besar.
Namun, karena bujukan dari AY, rumah dan tanah tersebut dijual tanpa sepengetahuan keluarga besar Siti Marbiah. Dari hasil penjualan tersebut, uang senilai Rp 200 juta diberikan kepada AY.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Sisa uang dari penjualan itu digunakan untuk membeli rumah dan tanah yang kini menjadi sengketa antara Siti Marbiah dan AY.
“Ketika membeli dan membuat sertifikat, AY membujuk klien kami agar sertifikatnya atas nama AY. Nantinya, akan dibuat surat hibah untuk klien kami agar dapat tinggal di rumah tersebut,” jelas Jallas.
Keputusan tersebutlah yang memicu pertengkaran antara Siti dan AY. Pasalnya, AY tidak suka diingatkan oleh ibu angkatnya karena akan menikah untuk keempat kalinya. Akibatnya, AY akhirnya mengusir Siti yang ternyata rumahnya adalah milik ibunya sendiri.
Sekarang, nasib Siti adalah tinggal menyusuri sana-sini selama delapan bulan terakhir.
Setelah perseteruan tersebut, mediasi antara kedua belah pihak dilakukan pada Jumat (3/11/2023) dengan kehadiran keluarga besar Siti Marbiah serta pihak pemerintah dan kepolisian.
Namun, mediasi tersebut tidak mencapai kesepakatan. AY enggan memberikan sertifikat rumah kepada Siti Marbiah. Namun, pihak Siti Marbiah memutuskan untuk menempuh jalur hukum.
“Jika masalah yang dihadapi klien kami tidak dapat diselesaikan melalui mediasi, kami akan mengambil langkah hukum baik di bidang pidana maupun perdata,” tambahnya.
Sekarang, Siti menyesali kebaikannya yang dibalas dengan keburukan oleh anak angkatnya.
Ia mengaku bahwa alasan mengangkat AY sebagai anak angkatnya adalah karena ingin diurus dalam hal kebutuhan hidup seperti makanan, minuman, dan kesehatan sampai ia meninggal kelak.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Namun, ia justru diperlakukan seperti pembantu oleh AY. “Aku memintanya untuk menjalani hidup bersama AY, itulah sebabnya aku memberikan rumahku kepadanya,” ujar Siti dengan kesedihan.
“Tapi kenyataannya, AY tidak mengurusiku, malah ia mengusirku dari rumah, mengunci rumah dan pagar. Aku merasa tidak dihargai,” lanjutnya.
“Selama ini, aku bahkan dijadikan pembantu. Aku tidak tahan lagi dan harus bicara keras dengan anak angkatku,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini ia tinggal di rumah saudara dan akan membatalkan surat hibah dan sertifikat yang diberikan kepada AY.
“Sekarang, aku tinggal di rumah saudaraku. Aku akan membatalkan surat hibah dan sertifikat yang aku berikan pada masalah ini, dan akan diserahkan kepada pengacara saya,” kata Siti Marbiah.
Sementara itu, Rozi dari pihak kelurahan menyatakan bahwa masalah semacam ini sering terjadi dan pihak kelurahan sering memfasilitasi mediasi, tetapi tidak ada hasil yang memuaskan.
Namun, harapannya sebagai pemerintah setempat adalah bisa segera menyelesaikan masalah ini dan mengambil jalur kekeluargaan. (*)
About The Author
- Penulis: Joe Joe





Saat ini belum ada komentar