Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap UMKM Expresso

BNews–JOGJA– Expresso merupakan salah satu usaha yang terletak di Jl. Glagahsari No. 136, Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Usaha tersebut didirikan sejak tahun 2013 oleh seorang pria bernama Lutvi.

Sebelum adanya Covid-19 expresso ini sangatlah ramai di kunjungi oleh para mahasiswa karena expresso ini adalah caffe sekaligus warnet. Dimana yang memudahkan para mahasiswa untuk mengerjakan tugas kuliah.

Harga wifi perjam itu Rp 4.000 untuk warnet tersebut, selain itu harga minuman mulai dari Rp 5.000-10.000 dan harga makanan nya mulai dari 10.000-25.000.

Expresso ini mempunyai 2 cabang di daerah kaliurang dan 1 cabang di daerah Tamansiswa. Pada saat itu usaha ini sudah berjalan dengan baik sehingga pada akhirnya memiliki 3 cabang karena banyak pelanggan yang datang ke caffe tersebut.

Dengan adanya Covid-19 ini banyak usaha yang mengalami penurunan karena setiap aktivitas yang dilakukan di luar rumah sangatlah jarang karena untuk mengurangi pandemi Covid-19 ini.

Pemerintah menegaskan kepada masyarakat agar tidak boleh melakukan aktivtas-aktivitas di luar rumah. Sehingga pada akhirnya banyak usaha di Indonesia ini mengalami dampak yang begitu luar biasa.

Dimana banyak UMKM merasakan bahwa usaha mereka mengalami penurunan dan bahkan banyak usaha juga yang pada akhirnya harus di tutup karena pandemi Covid-19 ini.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Salah satu usaha yang mengalami penurunan dan pada akhirnya sampai mengalami kebangkrutan akibat pandemi Covid-19 ini adalah Expresso.

Awal mula caffe ini di tutup karena kurangnya konsumen yang datang ke caffe ini sehingga omsetnya menurun sangat drastis dan tidak memiliki pemasukan.

Caffe Expresso  ditutup pada awal 2020 karena kurangnya kosumen yang datang ke tempat tersebut. Sehingga pada akhirnya beliau memutuskan untuk menutup caffe yang dimilikinya dan mencari usaha lain.

Ternyata usaha baru yang di miliki oleh Lutvi ini adalah Indogrosir, sehingga Ia mulai menjalankan usaha yang barunnya. Dan tidak lagi menjalankan usahanya yang lama.

Covid-19 ini sangat berdampak bagi banyak sektor khususnya pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Para pelaku usaha harus memiliki cara agar tetap bertahan tetapi karena pada waktu awal Covid-19 itu ketatnya peraturan pembatasan sosial untuk menekan penyebaran Covid-19; sehingga usaha mengalami penurunan bahkan sampai bangkrut akibat menurunnya omset secara drastis. (adv)

Penulis : Riu, Milda, Pasha, Zulfika, Grace, Kristira, Kurniawati, dan Kurniawan (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: