Desa Banyurojo Kampanyekan Yuk Selingkuh

BNews-MERTOYUDAN— Ada hal unik di Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang dan menarik perhatian. Ada sebuah baliho ajakan selingkuh dengan tulisan yang terpasang di desa itu.

     

    Namun tenang, hal ini bukan ajakan perbuatan negatif  untuk selingkuh. Tapi kata selingkuh sendiri merupakan singkatan dari kepanjangan Selesaikan Lingkungan Kumuh (Selingkuh). “Untuk menangani lingkungan kumuh tidak hanya pembangunan infrastruktur saja namun perlu perubahan perilaku masyarakat,” ungkap Askot Mandiri Program Kotaku Kabupaten Magelang, Setya Heti Kurnijati (5/10).

     

    “ Baliho ini memang didesain semenarik mungkin agar dapat perhatian dari masyarakat dan mudah diingat dengan harapan nantinya di masyarakat ada perubahan perilaku dengan meninggalkan kebiasaan yang membuat kumuh,” imbuhnya.

    Heti sudah mendampingin Magelang sejak tahun 2005 dengan program terdahulu bernama P2KP. Dan sejak tahun 2007 berubah menjadiPNPM Mandiri Perkotaan, sedangkan program Kotaku ini sudah dimulai sejak tahun 2015. “Sebenarnya banyak program untuk penanganan kumuh yang sudah terselesaikan termasuk di Desa Banyurojo ini, dan sejauh ini kami lakukan pendampingan di dua kecamatan yakni Mertoyudan dan Muntilan,” terangnya.

    Dari data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Magelang, bahwa pemukiman kumuh masih tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Magelang, yaitu Kecamatan Mertoyudan, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Muntilan dan Kecamatan Secang.

    “Menurut SK Bupati Magelang nomor 188.4/498/KEP/25/2014 untuk Kawawsan Kumuh Perkotaan di Kabupaten Magelang sebesar 85,09 hektar dan tersebar di Sembilan kewasan di empat kecamatan tersebut,” ungkap  Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Permukiman pada DPRKP, Wahyu Hernowo.

    Katagori pemukiman kumuh ini dilihat dari tujuh komponen yakni drainase, kelayakan jalan, pengelolaan sampah, suplai air bersih, sanitasi, pencegahan antisipasi kebakaran dan kelayakan bangunan.”Sebagai dinas baru yang terbentuk di awal 2017 ini berusaha menekan angka pemukiman kumuh di Kabupaten Magelang melalui kolaborasi antar pihak yang mampu berperan dalam upaya pengentasan kekumuhan,”imbuhnya.

    “Untuk tahun ini sudah mulai dilakukan survey lapangan dan mulai mendesain untuk pembangunan dengan harapan tahun 2018 pembangunan fisik sudah terlaksana sesuai rencana,” pungkasnya. (bsn)

    Baca Juga :

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    error: Content is protected !!
    %d blogger menyukai ini: