Gegara Story WA, Duda Aniaya Pacarnya di Bawah Umur Hingga Babak Belur

BNews—JOGJAKARTA— Seorang pria berinisial A, 30, bersiap duduk di kursi pesakitan setelah diduga menganiaya kekasihnya sendiri, C, 16, gara-gara status WhatsApp. Akibatnya, korban menderita luka lebam di sejumlah tubuh.

Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Hari Tulasmi mengatakan, saat ini berkas kasus yang ditangani oleh Unit PPA tersebut sudah masuk ke Kejaksaan Negeri Sleman. 

”Akibat tindakan tersangka, korban yang terpaut usia 14 tahun dari tersangka itu mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh; antara lain di pelipis, lengan dan bahu,” kata dia, Kamis (25/2).

Diketahui, kekasih korban merupakan duda cerai. Sementara, kasus dugaan kekerasan terjadi di kawasan Wedomartani, Ngemplak, akhir Desember 2020. Tersangka memukul korban dengan tangan kosong.

”Kekerasan ke korban baru kali pertama dilakukan. Orang tua korban selanjutnya menyerahkan kasus ini untuk diproses hukum,” jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Ngemplak Iptu Sutriyono menyatakan, A ditangkap petugas pada 11 Januari 2021. Saat itu tersangka sedang bekerja di sebuah tempat cuci mobil, wilayah Kapanewon Sleman.

Tersangka, yang langsung mengakui perbuatannya itu, mengatakan bahwa tindakannya dipicu oleh kabar dari rekan tersangka. Kabar tersebut menyebut bahwa C telah membuat status WhatsApp yang berisi kalimat ’Tulung aku pedot (putus)’.

”Tetapi saat korban ditanyai, ia mengatakan tidak menulis story WhatsApp dengan kalimat seperti itu,” jelasnya.

Tersangka, yang sudah tersulut emosi, langsung menjemput korban di kediaman temannya. Setelah menggedor-gedor pintu gerbang, tersangka masuk dan langsung menarik korban keluar.

Selanjutnya, korban dipaksa masuk ke dalam mobil dan mendudukannya di kursi sebelah pengemudi. Saat itu di dalam mobil, sudah ada tiga rekan tersangka. Ia selanjutnya membawa korban ikut dalam perjalanan.

Di dalam mobil, keduanya beradu argumen hingga kekerasan terjadi di dalam mobil. ”Hanya tersangka yang melakukan kekerasan terhadap korban. Tiga orang temannya tidak ikut melakukannya,” ujarnya.

Akibat perbuatan tersangka, ia dikenakan pasal 351 ayat 1 jo pasal 80 ayat 1 UUD RI Nomor 17 tahun 2016. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: