Geledah Kamar Tahanan, Petugas Rutan Jogja Temukan Banyak Benda Terlarang

BNews—JOGJAKARTA— Tidak ada angin, tidak ada hujan. Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantul mendadak menggeledah seluruh kamar tahanan. Penggeledahan dilakukan sebagai upaya antisipasi terjadinya peredaran narkotika di dalam rutan.­­

Penggeledahan itu dilakukan mendadak pada Senin malam (13/7). Selain antisipasi peredaran narkotika, razia ini juga bertujuan untuk pencegahan jangan sampai ada barang-barang masuk di dalam kamar.

”Jangan sampai ada peredaran narkotika dalam rutan, sehingga harus ada upaya antisipasi dengan penggeledahan kamar secara spontanitas,” terang Kepala Rutan Kelas IIB Bantul, Doni Handriansyah, Selasa (14/7).

”Dan adanya barang dalam kamar tahanan dikhawatirkan bisa dipergunakan untuk melakukan kejahatan atau mencelakakan warga binaan lain,” sambungnya.

Selain pemeriksaan kamar, tubuh tahanan juga diperiksa. (Gambar: ilustrasi)

Dalam operasi kamar tersebut, petugas tidak menemukan barang terlarang yang dicari seperti narkotika dan sejenisnya. Namun, petugas mendapati beberapa jenis barang-barang seperti paku, tali, gambar-gambar perempuan cantik dan baterai.

Doni menjelaskan kapasitas Rutan Bantul saat ini mampu menampung 127 orang. Sedang jumlah tahanan ada 96 orang sehingga setiap kamar tidak diisi penuh dan bagi tahanan baru wajib jalani rapid test.

”Pada hari ini (Selasa 14/7), sebanyak 81 warga binaan di Rutan Bantul menjalani rapid test dan hasilnya semua non-reaktif,” tegasnya.

Imbuh dia, selama masa pandemi, dirinya menekankan kepada jajarannya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di lingkungan rutan. Salah satunya larangan bagi para warga binaan melakukan kontak langsung dengan orang luar.

”Untuk kunjungan keluarga sementara memanfaatkan vicon. Ketika tidur tidak boleh berdekatan dan upaya pencegahan lainnya,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: