Hari Ini Sidang Kasus Nani Sate Beracun Di Jogja, 5 Saksi Dihadirkan

BNews–JOGJA- Terus berlanjut sidang terdakwa kasus sate beracun Nani Aprilia Nurjaman di Yogyakarta. Dan kali ini dengan agenda sidang pemeriksaan saksi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (18/10/2021).

Pada agenda pemeriksaan saksi, ada sebanyak 5 saksi yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan atas kasus bernomor perkara 224/Pid.B/2021/PN Btl tersebut.

“Kami akan hadirkan lima saksi fakta untuk persidangan besok,” kata Kasi Pidum Kejari Bantul yang juga tim JPU kasus Nani, Sulisyadi, Minggu (17/10/2021).

Namun, Sulisyadi enggan membeberkan kelima saksi fakta tersebut. Meski demikian dipastikan kelima saksi fakta tersebut salah satunya adalah ayah dari almarhum Naba, korban sate beracun. Bandiman adalah driver ojek online yang diminta oleh Nani Apriliani Nurjaman mengantarkan paket sate dan takjil beracun ke rumah Y Tomi, sasaran dari paket tersebut.

“Kemungkinan Bandiman dihadirkan pada sidang besok. Dan sidang besok saksi dan JPU akan hadir di persidangan. Hanya klien kami yang akan menjalani sidang secara online dari Lapas Wanita di Wonosari,” kata salah satu Penasehat Hukum Nani Apriliani Nurjaman, R Anwar Ary Widodo, terpisah.

Digelarnya sidang dengan agenda pemeriksaan saksi, tidak lepas dari keputusan dari Majelis Hakim yang dipimpin oleh hakim ketua Aminuddin, Sigit Subagyo dan Agus Supriyana sebagai hakim anggota, yang menolak eksepsi dari Penasehat Hukum Nani, pada persidangan sebelumnya, Senin (11/10/2021). Dalam putusan sela tersebut, menyatakan kasus tersebut sah secara hukum dan memerintahkan tim JPU agar menghadirkan terdakwa secara daring serta saksi-saksi maupun barang bukti pada persidangan berikutnya.

“Demikian putusan sela diputuskan dalam sidang permusyawaratan ini,” kata Aminuddin.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Majelis Hakim juga mempersilahkan agar pemeriksaan terhadap perkara ini dilanjutkan. Sidang akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan para saksi. “Sidang untuk para saksi digelar pada Senin (18/10) dan Kamis (21/10) mendatang,” ungkapnya.

Penasehat Hukum Nani Apriliani Nurjaman, R Anwar Ary Widodo pun menyampaikan akan mengajukan lima orang saksi dalam persidangan selanjutnya. Pihaknya berharap agar para saksi yang dihadirkan itu nantinya bisa memberikan pernyataan yang berdampak pada meringankan tuntutan hukum bagi terdakwa Nani.

“Rencana ada lima orang saksi yang dihadirkan. Saksi-saksi yang bisa meringankan terdakwa,” kata Anwar Ary.

Sebagaimana diketahui, Nani ditangkap oleh petugas dari Polres Bantul pada 30 April 2021 jam 23.00 WIB di rumahnya, Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan. Nani ditetapkan sebagai tersangka setelah mengirimkan sate beracun kepada salah satu penyidik Polresta Jogja, Tomy yang beralamat di Villa Bukit Asri, Kasihan, Bantul.

Sate dikirim lewat jasa ojek online yang dipesan secara offline. Namun, sate itu justru merenggut jiwa Naba, 10, yang merupakan anak dari Bandiman, driver ojek online yang bertugas mengantar makanan ke rumah Tomi.

Dalam perkembangannya, Nani mengaku mendapatkan ide mengirimkan sate beracun dari R. Di mana R menyatakan jika kalium sianida yang dicampur dalam sate ayam tersebut hanya akan menyebabkan Tomy mules dan mencret.

Pada sidang perdana, Kamis (16/9/2021) pagi, JPU mendakwa pasal berlapis kepada Nani. Adapun pasal yang didakwakan, yakni pasal 340 KUHP, 338 KUHP, pasal 80 ayat; dan Pasal 78 ayat C tentang Undang-Undang Perlindungan Anak, pasal 353 ayat 3 KUHP, pasal 351 ayat 3; dan 359 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. Atau seumur hidup atau 20 tahun penjara. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: