Ibu Cantik Gantung Sayuran-Sembako Gratis di Pinggir Jalan Sleman

BNews—JOGJAKARTA— Seluruh warga di Jogjakarta merasakan dampak dari pandemi covid-19. Namun, yang paling terdampak adalah masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.

Kehilangan pekerjaan membuat masyarakat kesulitan membeli berbagai kebutuh pokok untuk makan sehari-hari. Fenomena tersebut membuat sedikit banyak pihak tergerak hatinya untuk membantu.

Salah satunya adalah dengan membagikan paket kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako). Seperti yang dilakukan Ardiati Bima, warga Rajek Lor, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Jogjakarta.

Ibu rumah tangga ini rutin berbuat baik dengan membagikan bahan pokok. Uniknya, cara membagikan tidak dengan menyusuri jalan mencari masyarakat prirotitas. Namun ia menggantungkan bahan makanan di pinggir jalan kampungnya.

Ardiati menjelaskan, dirinya terinspirasi sebuah foto warga Surabaya yang menaruh mi instan yang digantung. ”Kok jadi pengin ikut-ikutan. Apalagi pagi itu ada informasi kalau tetangga sudah ada yang dirumahkan dari tempat kerja. Dan kepikiran juga jangan-jangan ada yang gak bisa makan,” jelasnya, kemarin (26/4).

Baca juga: Dikira Penjahat Pasien asal Magelang Dihajar Hingga Tewas

Dalam aksinya, ia menempelkan dua lembar kertas yang digantung. ’Sumonggo bagi yang membutuhkan’ dan ’Dengan senang hati dipersilakan juga yang mau ikut menambah/ memberi di sini’.

Loading...

Semula, Ardiati menggantungkan mi instan dilengkapi dengan gula jawa dan telur. Hari pertama, aksinya dimulai dengan empat kresek yang ditantung. Saat itu dirinya sempat gamang bila yang mengambil paket sembako itu bukan orang yang benar-benar membutuhkan.

”Tetapi saya tetap mantap. Untuk hal yang tidak dapat kita atur biarlah Allah yang menggerakkan. Kalau ragu-ragu malah tidak akan melakukan sesuatu,” katanya.

Para tetangga yang melihat aksi Ardiati itu kemudian tergerak untuk menitipkan berbagai bahan makanan padanya. Ada salah seorang tetangga yang menitipkan satu ikat besar kangkung dan selada. Bahan-bahan yang dibungkus kantong kresek itu kemudian digantung.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para warga yang menitipkan, ia selalu mengambil foto dan menjadikannya status di WhatsApp. Rupanya, tetangga yang melihat story WA ikut menitipkan bahan makanan.

”Efeknya hari-hari selanjutnya ada yang nitip beras, telur, minyak, sayuran, bumbu, kelapa, mie, pepaya, uang, kecap, gula, kacang hijau dan lain-lain,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: