Jaran Goyang: Mantra Pelet Tingkat Tinggi dengan Asal Muasal yang Mengejutkan

BNews-NASIONAL– Sebuah mantra atau ajian pelet tingkat tinggi yang hampir dikenal oleh seluruh pelosok negeri adalah Jaran Goyang.

Sejarah Jaran Goyang berkait erat dengan sosok Nyi Pelet atau Nini Pelet, seorang ratu gaib yang berasal dari gunung Ciremai.

Menurut legenda yang beredar di masyarakat, Nyi Pelet berhasil memperoleh kitab asmara ini dari Ki Buyut Mangun Tapa, seorang tokoh penting penganut aliran putih dari Kesultanan Cirebon.

Dengan kemahiran ilmu Jaran Goyang yang dimilikinya, beberapa raja Jawa terpesona akan kecantikan Nyi Pelet. Bahkan, dikatakan bahwa Nyi Pelet dapat memikat tubuh para lelaki hingga menjadi seperti boneka tidur.

Namun, sebelum kita menjelajahi lebih jauh tentang kesaktian Nyi Pelet, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu sejarah dari ilmu Jaran Goyang itu sendiri.

Dalam kisah yang diceritakan turun-temurun oleh orang Jawa terdahulu, Jaran Goyang bermula dari cerita Raden Kumbayana atau Resi Duma, seorang guru tata pemerintahan, sastra, dan ahli senjata.

Raden Kumbayana jatuh cinta pada Bethari Wilutama, putri dari Sang Hyang Jagad Girinata atau Bathara Guru.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun, perasaan cinta Raden Kumbayana tidak mendapat restu dari Bathara Guru.

Tak gentar, Raden Kumbayana semakin giat berusaha untuk memenangkan hati wanita pujaannya tersebut.

Akibatnya, Bathara Guru pun kesal dan mengutuk Raden Kumbayana menjadi seekor kuda sembrani atau kuda bersayap.

Tanpa pengetahuan Bathara Guru, Raden Kumbayana yang telah berubah wujud melalui kutukan itu mengucapkan sebuah mantra sambil mengibaskan sayapnya, dan ia pun melayang cepat seperti kilat ke langit.

Mantra tersebut membuat siapa pun yang melihat gerakan sayapnya terpesona, termasuk Bethari Wilutama.

Akhirnya, Raden Kumbayana berhasil memenangkan hati Bethari Wilutama meskipun wujudnya telah berubah menjadi seekor kuda.

Sejak saat itu, mantra Raden Kumbayana dikenal dengan nama Jaran Goyang. “Jaran” berarti kuda dalam bahasa Jawa, sedangkan “Goyang” mengacu pada gerakan kepakan sayap kuda sembrani.

Ilmu Jaran Goyang dipercaya saat ini sebagai ilmu yang ampuh dalam memikat lawan jenis. Mantra asli dari Jaran Goyang sejatinya diucapkan dalam bahasa Jawa.

Namun, ada juga aliran supranatural lain yang telah mengubahnya menjadi lebih Islami dalam pengucapannya.

Ilmu ini tidak bisa digunakan sembarangan. Hanya dengan kesungguhan mencari jodoh hingga akhir hayat, ilmu ini dapat dijalankan dengan benar.

Jangan sekadar digunakan untuk memuaskan nafsu semata.

Jika ilmu ini digunakan dengan salah satu kali saja, orang yang menggunakannya akan terkena penyakit atau mengalami gangguan jiwa.

Untuk menguasai ajian pelet Jaran Goyang, diperlukan ritual-ritual khusus yang tidak mudah dilakukan.

Namun, sebagian aliran mengaku telah memperbaikinya agar tidak terlalu berbahaya jika digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Jika seseorang terkena pelet Jaran Goyang, ia akan merasakan perasaan rindu ingin bertemu dan mengalami hasrat birahi yang tak terkendali.

Nyi Pelet dalam hal ini memiliki ambisi untuk selalu terlihat awet muda, cantik, dan menawan.

Untuk mencapai cita-citanya, Nyi Pelet harus mempersembahkan keturunan muda sebagai sarana ritualnya.

Dengan bantuan ilmu hitam yang ia peroleh dari para tumbalnya, Nyi Pelet yang telah berusia ratusan tahun selalu terlihat seperti gadis perawan. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: