Kabupaten Magelang PPKM Level 3, Candi Borobudur Segera Simulasi Buka Kembali

BNews—MAGELANG— Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga, Kabupaten Magelang, S Achmad Husein mengatakan, mengacu intruksi Menteri Dalam Negeri nomor 39 (PPKM level 3), akan dilaksanakan uji coba di 20 tempat wisata di Jawa dan Bali.

Candi Borobudur menjadi salah satu Daya Tarik Wisata yang akan dibuka dalam pelaksanaan simulasi tersebut. “Hasil rapat dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Kementerian pariwisata Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebanyak 20 obyek wisata Jawa Bali persiapan pelonggaran untuk wilayah PPKM level 1,2 dan 3. Untuk wilayah Jawa Tengah adalah Candi Borobudur, Candi Prambanan, Grand Maerakaca dan Taman Satwa Taru Jurug,” ucap Husein, dalam kegiatan Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay / Pondok Wisata. Bertempat di Grand Artos Hotel Magelang, Rabu (8/9/2021).

Dari hasil rapat pada Selasa (7/9/2021), pada PPKM level 1,2 dan 3 akan diadakan pembukaan tempat wisata. Dengan persyaratan, pengunjung berusia diatas 12 tahun, wahana air pada tempat wisata tidak diizinkan. Menentukan titik kritis (pelanggaran prokes) untuk melaksanakan evaluasi administrasi dan teknis. Menggunakan aplikasi peduli lindungi, Memiliki mekanisme pengawasan, evaluasi dan pelaporan.

Selain itu, untuk Homestay atau Pondok Wisata miliki sertifikat CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

“Selain penerapan CHSE dan protokol kesehatan, juga ditambah dengan sudah vaksinasi. Hal tersebut berlaku untuk wisatawan, serta pengelola wisata. Karena masih bersifat kelonggaran dalam simulasi ini hanya diperbolehkan 25% dari kapasitas normal,” jelas Husein.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Husein menambahkan, persiapan pembukaan simulasi Candi Borobudur akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Candi Borobudur sudah siap akan dibuka dalam simulasi, dan Daya Tarik Wisata lainnya sudah siap ikuti simulasi sesuai pedoman yang sudah diterbitkan,” terang Husein.

Diwawancarai terpisah, Pengelola Homestay Brojonalan Wanurejo Borobudur, Mei Effendi, menanggapi baik hal tersebut. Menurutnya dengan mulai dibukanya kembali Candi Borobudur, adalah angin segar bagi sektor wisata di kawasan tersebut.

“Ini merupakan kabar baik, setelah adanya PPKM dalam pandemi Covid 19 ini, melumpuhkan sektor wisata khususnya di wilayah Kecamatan Borobudur.

Meskipun baru Candi Borobudur yang buka, namun ini adalah harapan bagi pelaku wisata, termasuk harapan homestay saya dapat terisi tamu kembali,” tutur Fendi.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: