Kasus Perdagangan Bayi di Yogyakarta Terbongkar, Ini Peran Ketiga Tersangkanya

BNews—YOGYAKARTA—Tiga orang perempuan harus berurusan dengan jajaran Polresta Yogyakarta karena terlibat upaya jual beli bayi. Satu diantaranya adalah ibu yang melahirkan sang anak berusia dua bulan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Riko Sanjaya menuturkan ketiga orang yang telah berstatus tersangka tersebut adalah EP, 24, warga Cilacap yang merupakan ibu kandung bayi termaksud. SBF, 25, warga Demak dan JEL, 39, warga Kota Yogyakarta.

Kasus tersebut bermula ketika EP yang merupakan seorang janda melahirkan bayi hasil hubungan dengan pacarnya. Yang bersangkutan merasa tidak mampu mengurus bayi berusia dua bulan itu seorang diri sehingga ia menawarkan bayinya untuk diadopsi.

Penawaran tersebut diunggah melalui Facebook dengan tulisan ‘beby boy laki-laki mencari adopter Jogja’. Kemudian postingan itu dilihat oleh SBF yang merupakan makelar jasa adopsi bayi.

”Tersangka EP kemudian menyerahkan bayinya ke SBF dan ada biaya Rp 6 juta dalam penyerahan tersebut,” kata Riko, kemarin (7/7/2020).

Untuk mendapatkan bayi tersebut, SBF didanai oleh JEL yang merupakan seorang bidan di Kota Yogyakarta. Namun karena JEL tidak mampu mengurus dan menemukan adopter kemudian diserahkan kembali kepada SBF utuk dicarikan adopter dengan biaya pengganti sejumlah Rp. 20 juta.

”SDF menawarkan bayi untuk diadopsi melalui Facebook ‘Adopsi bayi Jogja-Solo’. Potingan tersebut pun dilihat RA berusia kisaran 30 tahun, warga Kota Yogyakarta, yang sulit memiliki keturunan,” jelas Riko.

Lanjutnya, RA dan SDF sepakat bertemu di Jalan Kusumanegara. Ternyata RA tidak berniat mengadopi hanya ingin meminjamnya untuk video call dengan ibu RA.

Karenanya, SBF mencoba mengambil kembali bayi tersebut dari tangan RA. Ketika itu posisi RA sedang berada di kawasan salah satu rumah sakit.

“RA menolak dan terjadilah cekcok, sekuriti rumah sakit yang mengetahui ada keributan lantas melaporkan ke Polsek Mergangsan. Keduanya dibawa ke polsek untuk dimintai keterangan,” imbuh Riko.

Download Musik Keren Disini

Dengan diamankannya SBF dan RA tersebut polisi berhasil membongkar kasus itu, kemudian SBF, JEL dan EP langsung diamankan di Polresta Yogyakarta. Sementara RA masih berstatus saksi.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone dan satu buah buku tabungan dari tangan SBF, serta dua unit handphone kepunyaan JEL.

”Atas perbuatannya, para tersangka terancam dikenakan Pasal 76F jo Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya, maksimal 15 tahun penjara dan minimal 3 tahun bui,” pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: