Kisah Abu Nawas Akan Jual Matahari, Ceritanya Bikin Tertawa
- calendar_month Sab, 14 Okt 2023

ilustrasi kisah abu nawas akan jual matahari
“Jika baginda turun dan bertanya kepada massa yang sedang berdemonstrasi ini, mereka akan menjawab bahwa apa gunanya membangun infrastruktur jika infrastruktur tersebut tidak bisa dimakan! Jadi, jalan-jalan yang mulus yang telah baginda bangun, bendungan-bendungan yang baginda banggakan, lapangan terbang, rel kereta api di Korramabad, pasar-pasar di Kirkuk, semuanya akan percuma, karena tidak bisa dimakan!” jelas Abu Nawas.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDURNEWS (KLIK DISINI)
Khalifah Harun Al-Rasyid terdiam.
“Apakah baginda benar-benar tidak korupsi? Apakah anak baginda akan menjual pisang goreng? Hal itu justru membuat mereka marah dan cemburu. Bagi mereka, seharusnya baginda melakukan korupsi agar mereka tidak repot-repot lagi membuat isu yang tidak masuk akal, seperti misalnya bahwa baginda adalah keturunan Mongolia, memusuhi ulama, membiarkan partai Ba’ts yang sudah dilarang tumbuh lagi, dan masih banyak lagi hal lainnya,”
“Lalu apa hubungannya dengan menjual Matahari?” tanya Khalifah Harun Al-Rasyid.
Abu Nawas kemudian menjelaskan bahwa apa yang dianggap Khalifah Harun sebagai prestasi nasional sebenarnya dianggap sebagai pemborosan dan membebani negara oleh orang-orang tersebut karena mereka terbiasa melihat hal-hal yang ada di dalam ruang gelap. Di dalam ruang gelap, mereka tidak bisa melihat kecantikan seorang gadis atau apakah sebuah benda berharga seperti emas atau tidak.
“Tapi, apakah meskipun mereka tidak dapat melihat di dalam ruang gelap, tidakkah mereka dapat mendengar dan merasakan dengan hati mereka? Bagaimana mungkin mereka menuduhku memusuhi ulama ketika wakilku sekarang adalah ulama besar? Jika mereka tidak menyukai aku, mengapa mereka meninggalkanku saat aku menunjukkan ulama besar yang kemarin mereka bela? Mengapa sekarang mereka meninggalkan?” tanya Abu Nawas.
Abu Nawas melanjutkan, “Baginda, inilah enaknya melihat dunia di dalam ruang gelap dan terbalik. Kita bisa menikmati apa yang mereka nikmati selama ini. Apakah baginda tidak lelah berpikir secara rasional?”
Khalifah Harun Al-Rasyid kembali terdiam, Abu Nawas melanjutkan penjelasannya.
“Percayalah baginda, hanya dengan melihat segala sesuatu dalam kegelapan, baginda akan memahami mengapa selama ini mereka melihat infrastruktur megah, pembangunan yang merata di daerah terpencil, semuanya tidak berguna karena tidak bisa dimakan. Jadi, tolong jangan katakan, ‘meskipun infrastruktur tidak bisa dimakan, tapi dengan infrastruktur kita bisa lebih mudah mencari makan,’ itulah cara berpikir yang rasional dan normal, paduka,”
Kerumunan di depan istana semakin ramai. Khalifah Harun Al-Rasyid masih diam, namun memberi isyarat yang menguatkan ucapan Abu Nawas.
“Jadi, bolehkah saya menjual Matahari?”
Kisah ini menunjukkan bahwa Abu Nawas adalah seorang individu yang cerdas dan peduli. Mimpi tidak akan terwujud karena adanya keajaiban, tetapi butuh kerja keras, tekad, dan keringat untuk mewujudkannya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar