Komplotan Spesialis Pencurian Mobil Pick Up Diringkus Polisi

BNews–BANTUL– Komplotan spesialis pencurian mobil pick up berhasil diringkus jajaran Sat Reskrim Polres Bantul (7/7/2020). Sebanyak empat orang residivis diciduk di dua tempat berbeda.

Pertama tiga orang berhasil diringkus di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. Satu lainnya ditangkap di Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah.

Sempat ada perlawanan dari keempat pencuri itu. Alhasil, petugas terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas.

Empat maling spesialis pick up yang ditangkap adalah Mardiyanto Ari Prabowo, 33, warga Nanga, Sekadu, Kalimantan Barat. Susyanto, 46, warga Dukuhturi, Bumiayu, Brebes. Nursito, 46, warga Moga, Pemalang, dan Agus Riyanto, 58, warga Kertanegara, Purbalingga, Jawa Tengah.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 6 mobil, satu bak mobil pick up Carry, 1 set alat las karbit, 1 set alat las listrik, 1 buah casis mobil, 1 buah tang,1 kunci Y; 1 kunci pas ring, 5 obeng, 2 unit kunci L dan 1 soket.

Direktur Reserse Umum (Direskrimum) Polda DIY Kombes Pol Burkhan Rudy Satria yang didampingi Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto dan Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyo di Mapolres Bantul, Jumat (10/7/2020) mengatakan para pelaku adalah spesialis pencuri mobil pick up.

Sebab, sistem keamanan pikap masih mengandalkan teknologi lama. Alhasil, mereka hanya butuh waktu 1 sampai 4 menit untuk mencuri satu unit mobil.

“Untuk mobil yang dicuri mereka jual Rp15 juta per unit,” katanya.

Menurut dia, modus pelaku adalah membuntuti mobil target. Setelah mengetahui lokasi sasaran diparkirkan, para pelaku langsung melancarkan aksinya.

DOWNLOAD MUSIK-MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Mereka biasa menggunakan kunci Y yang dimodifikasi dengan mata obeng ketok yang sudah dipipihkan. Kemudian pelaku memotong soket dan menyambung kabel yang telah dipotong sampai mobil bisa hidup.

“Semua aksi biasa dilakukan antara jam 02.00 sampai 05.00 WIB,” lanjutnya.

Setelah berhasil memetik mobil sasaran, lanjut dia, para pelaku ini langsung membawanya ke sebuah tempat. Di lokasi tersebut, para pelaku biasa memotong rangka dan mesin pikap curian.

“Mereka mengoplos mobil lama dan baru. Di mana, mereka menggunakan surat-surat mobil lama, tetapi bodi pakai mobil baru,” lanjutnya.

Karena menggunakan surat-surat mobil lama dan bodi baru, terang dia, pikap hasil oplosan tidak bisa diperpanjang pajak dan STNK-nya.

Sementara, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto mengatakan, penangkapan keempat pelaku berawal dari adanya laporan kehilangan mobil pikap yang dialami oleh Narto, 34, warga Trimurti, Srandakan,Bantul, Selasa (30/6/2020) lalu. Polisi yang menerima laporan langsung menyelidikinya.

“Selain di Bantul, mereka juga melakukan aksinya di Wates,” terang Yulianto.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyo mengimbau kepada warga Bantul untuk lebih berhati-hati saat memarkirkan mobilnya. Sebab, saat ini mulai marak pencurian mobil pikap dan dilakukan oleh jaringan lintas provinsi.

“Mereka biasa menyasar ke daerah sepi di Bantul. Kami harap semua waspada dan lebih berhati-hati,” ucap Kapolres. (*/Dek)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: