Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas XVI Akan Digelar di Banda Aceh
- calendar_month Kam, 26 Sep 2024

Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KNPRBBK) ke-16 akan digelar pada 30 September - 5 Oktober 2024. (ist)
BNews—NASIONAL— Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KNPRBBK) ke-16 akan digelar pada 30 September – 5 Oktober 2024. Acara ini bakal dilakukan dengan dua metode yaitu secara daring dan luring (hybrid) dari Hotel Rumoh PMI Banda Aceh.
Ketua SC KNPRBBK XVI 2024, Petrasa Wacana mengungkap KNPRBBK XVI 2024 akan merefleksikan perkembangan pengelolaan pesisir rawan bencana (tsunami, abrasi, dan bencana lainnya) dalam rangka memperingati 20 tahun Tsunami Aceh.
”Untuk itu tema yang akan diusung pada konferensi ini adalah Membangun Ketangguhan Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Indonesia – Peringatan 20th Tsunami Aceh,” ungkapnya dalam rilis pers yang diterima BorobudurNews.com, Kamis (26/9/2024).
Dia menyebut konferensi ini menekankan pada peta jalan PRBBK 2024-2045 yang akan menjadi panduan untuk mencapai resiliensi masyarakat terhadap bencana dan krisis iklim di Indonesia. Terdapat empat sasaran dalam KNPRBBK XVI yakni peran komunitas dan organisasi pada gerakan PRBBK, khususnya wilayah pesisir. Kemudian merumuskan kebijakan, strategi, dan mengkoordinasikan PRBBK dalam pencapaian target-target wilayah.
”Ketiga yakni memberikan dukungan teknis dengan entitas PRBBK kedalam pencapaian peta jalan PRBBK 2024 – 2045, dan keempat adalah forum PRB di daerah bisa mendukung perumusan rekomendasi di level daerah, mengadvokasi program berbasis masyarakat, dan menjadikan komunitas sebagai pemimpin dalam gerakan PRBBK,” ujar Petrasa.
Lebih dari 100 lembaga yang concern diranah kebencanaan dan 1500 orang yang akan terlibat dan telah menyatakan dukungannya dalam pelaksanaan KNPRBBK XVI 2024. Secara garis besar, pelaksanaan KNPRBBK XVI 2024 akan dilaksanakan secara tiga tahap, yaitu Tahap pertama (Pra-Konferensi) Kegiatan dilaksanakan di berbagai wilayah pembangunan Indonesia seperti Sumatera; Jawa; Bali-NTB; NTT; Kalimantan; Sulawesi; Kepulauan Maluku; dan Papua.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Masing-masing wilayah akan melaksanakan kegiatan yang hasilnya akan diparipurnakan dalam acara puncak KNPRBBK XVI di Aceh. Tahapan ini akan mendokumentasikan praktik ketangguhan masyarakat di daerah pesisir rawan tsunami dan ancaman-ancaman lainnya. Yang meliputi tiga tema besar PRB, API, dan SDGs,” jelas dia.
Lalu, tahap kedua (Konferensi) yakni hasil dari rangkaian kegiatan dari berbagai wilayah akan disintesis menjadi dokumen kerja. Untuk kemudian dibahas dalam sidang pleno. Hasil pleno menjadi dasar perumusan rekomendasi kebijakan (dalam bentuk Policy Brief) Strategi Sinergi Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Pesisir Rawan Tsunami Indonesia”.
Metode kegiatan ini berupa rapat pleno (termasuk Perumusan Kertas Kebijakan), workshop tematik, pameran (exhibition), dan sesisesi sesuai tema di luar Pleno (side event).
”Tahap ketiga (Diseminasi) merupakan proses komunikasi dan advokasi hasil KNPRBBK XVI untuk perubahan praktek dan kebijakan. Agar dapat memberikan dampak yang lebih luas,” pungkasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar