Konflik Warga dan Pengembang Perumahan di Mertoyudan Terus Berlanjut

BNews–MERTOYUDAN– Konflik terkait pengadaan air bersih bagi warga Perumahan Citra Harmoni 3 oleh pengembang perumahan PT Arum Mandiri Indonesia (AMI) masih berlanjut. Mediasi antara kedua belah pihak telah dilakukan namun tidak menemukan hasil.

Mediasi tersebut dilaksanakan kemarin (2/9/2020) di Balai Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Dimana dihadiri kedua belah pihak, dan ditengahi oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Magelang.

Turut hadir juga dalam mediasi tersebut Camat Mertoyudan, Bambang Hermanto; perwakilan Dishub, Margono; Danramil 11/Mertoyudan, Kapten Arm Nur Sigit; perwakilan Polsek Mertoyudan, Ipda Gatot; perwakilan PDAM Tirta Gemilang dan Kades Bondowoso, Muh Thoiful.

Kepala DPRKP, Kunto Hendradata menyampaikan, awal permasalahan ini terjadi pada pertengahan 2017 lalu. Saat itu, beberapa warga mengeluhkan kualitas air yang bersumber dari sumur, karena awalnya pengembang menjanjikan PDAM atau Sumur Artesis.

“Pada pertemuan selanjutnya, yang dilaksanakan di Kebon Tebu Resto,  pengembang bersedia memberikan air layak minum. Namun juga belum direalisasikan,” jelasnya.

Pada pertemuan April 2020, lanjut Kunto, PT AMI akan melaksanakan penyerahan namun belum bisa dilakukan karena masih ada permasalahan tersebut. “Pada mediasi berikutnya, PT AMI telah menyelesaikan beberapa hal tersebut, namun belum semua direalisasikan sehingga mediasi ini pun kembali dilaksanakan,” ungkapnya.

Sementara perwakilan warga, yang disampaikan oleh Mega, Septian dan Asmara, menyampaikan jika beberapa fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang disediakan PT AMI, tidak sesuai yang dijanjikan.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Diantaranya, makam yang dijanjikan di Gedongan Kidul dialihkan di Maggoran, namun tidak ada akses jalan menuju ke makam. Selain itu, beberapa fasum dan fasos lainnya juga belum sesuai yang dijanjikan.

“Terkait masalah air yang disediakan oleh PT AMI, menurut kami tidak layak untuk dikonsumsi. Karena itu, kami minta diganti dengan air PDAM atau sumur artesis seperti yang dijanjikan pengembang,” katanya.

Di sisi lain, lanjutnya legalitas terkait fasum dan fasos diharapkan segera diselesaikan. “Hal ini termasuk sebagai pembeli, kami berharap bisa mendapatkan setidaknya fotocopy sertifikat dan SPPT,” pintanya.

Sementara Borobudurnews mencoba mengkonfrimasi kepada Direktur PT AMI, Indra Arum belum ada jawaban. (*/bn1)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: