Harap Pandemi Segera Usai dan Wisata Dibuka, Pengelola DTW Magelang Gelar Doa Bersama

BNews—MAGELANG— Para pelaku wisata yang tergabung dalam Komunitas Pesona Magelang menggelar doa bersama di Desa Bahasa, Ngargogondo Borobudur, Senin (6/9) malam. Doa bersama ini bertujuan agar kondisi menjadi lebih baik dan sektor pariwisata segera dibuka.

”7 Al-fatihah ini sengaja kita pilih sebagai doa kita malam ini. Angka tujuh dalam filosofi Jawa artinya adalah pitulungan (pertolongan) dari yang Maha penolong, Allah SWT” kata Hani Sutrisno selaku pemilik Desa Bahasa Borobudur sekaligus penggagas acara.

Di menyebut, dengan acara ini, diharapkan kondisi Pandemi akan segera membaik dan sektor pariwisata dapat segera beroperasi kembali. Untuk itu 7 Al-Fatihah tersebut menjadi pilar permohonan para pelaku pariwisata.

Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Edward Alfian menyampaikan, jika acara ini merupakan bentuk ihktiar para pelaku wisata. Supaya kondisi pandemi segera membaik dan sektor wisata dapat segera beroperasi kembali.

“Harapannya Kabupaten Magelang levelnya turun ke level 2 sehingga pariwisata dapat dibuka secara bertahap. Andaikata levelnya tidak turun, kami berharap setelah ada ketentuan simulasi, nantinya pariwisata betul-betul dapat dibuka,” kata Edward.

Dia pun berharap, ijin simulasi tempat pariwisata dapat segera dikeluarkan. Kemudian simulasi dapat segera dilakukan, dipermudah dan sektor pariwisata paska simulasi dapat segera beroperasi.

“Apa gunanya kita lakukan simulasi kalau (pariwisata) tidak segera dibuka. Artinya simulasi itu kan nantinya sebagai bahan evaluasi dan penentu kebijakan selanjutnya, saya harapkan tidak terlalu lama,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein mengapresiasi acara Doa Bersama tersebut.

”Doa Bersama ini adalah sebuah kegiatan yang bagus. Kami tahu dan kami bisa merasakan temen-temen pelaku pariwisata sudah sangat lama dalam berpuasa. Namun memang kondisi Pandemi masih seperti ini. Jadi tujuan kami adalah melindungi kesehatan pelaku pariwisata,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: