Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Lestarikan Permainan Anak Jadoel, Liga Pisang Borobudur Digelar

Lestarikan Permainan Anak Jadoel, Liga Pisang Borobudur Digelar

  • calendar_month Sen, 23 Mei 2022

BNews–MAGELANG-– Saat ini permainan tradisional sudah sangat jarang dilakukan oleh masyarakat ataupun  anak-anak.

Permainan tradisional yang merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan merupakan hal penting untuk di lestarikan.

Komunitas Bayang Wayang Borobudur merupakan komunitas yang konsen untuk melestarikan dan mengembangkan permainan tradisional. Hal itu agar selalu bisa di kenal dan tetap melekat di masyarakat, terutama untuk selalu menularkan permainan tradisional kepada anak-anak generasi saat ini.

Pada generasi saat ini anak-anak sudah jarang memainkan permainan-permainan tradisional, bahkan sudah ada yang tidak tau permainan tradisional itu apa saja.

Oleh karena itu, Komunitas bayang wayang atas dukungan Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat adat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ; mengadakan kegiatan pelestarian permainan tradisional yang berjudul Liga Pisang Borobudur.

Liga Pisang Borobudur merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional. Dalam kegiatan digelar pertandingan sepakbola yang menggunakan bahan pisang. Mulai dari seragam, peralatan dan bolanya juga terbuat dari pohon pisang.

Mas Jiyo Martono selaku Ketua Panitia Liga Pisang Borobudur mengatakan kegiatan liga pisang borobudur dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 21 – 25 Mei 2022. Untuk lokasinya di Lapangan Srigentan Desa Wringinputih Kecamatan Borobudur.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Selain ada pertandingan sepak bola yang memakai atribut dari pohon pisang juga ada lomba yel-yel, lomba masakan olahan pisang dan pentas kesenian,” katanya.

Dalam pembukaan kegiatan liga pisang borobudur juga di hadiri oleh Fitra Arda selaku Sekretaris Dirjen Kebudayaan Kemdiknbudristek RI.

Fitra Arda dalam sambutan pembukaan liga pisang borobudur menyampaikan bahwa masyarakat perlu menggali kembali permainan-permainan tradisional yang ada di sekitar masyarakat.

“Hal itu berguna dalam menjaga ketahanan budaya di Indonesia,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kegiatan liga pisang borobudur tersebut. Apalagi kegiatan tersebut melibatkan para anak-anak sekolah dasar dari 20 Desa di Kecamatan Borobudur.

“Anak-anak ini dilibatkan untuk saling bertanding membawa nama desanya masing-masing dan memperebutkan piala pisang. Jadi saya sangat apresiasi sekali,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya pihkanya merasa terpukau atas diadakannya kegiatan liga pisang borobudur. “Sangat memukai melihat  antusias masyarakat dan anak-anak yang sangat semangat untuk mengikuti kegiatan tersebut,” tandasnya.

Sementara Panji Kusumah selaku pendamping komunitas bayang wayang dan ketua perkumpulan eksotika desa juga menyampaikan; bahwa kegiatan liga pisang borobudur murni berasal dari ide masyarakat sekitar kawasan Borobudur.

“Kegiatan ini juga mempunyai makna dan edukasi yang sangat banyak bagi masyarakat terutama bagi generasi penerus kedepan,” tambahnya.

Dalam pembukaan liga pisang borobudur juga di hadiri para pejabat-pejabat daerah sepeti Kepala Balai Konservasi Borobudur; Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Magelang, Kabid Olahlraga Disparpora Kabupaten  Magelang dan pejabat-pejabat lainnya.

Nantinya, pada tanggal 25 Mei 2022 kegiatan liga pisang borobudur direncanakan akan di tutup oleh  Sjamsul Hadi selaku Direktur Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kemdikbud RI. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less